Militer Iran Ancam Israel, Bakal Respons Keras jika Serangan ke Lebanon Berlanjut

kompas.tv
3 jam lalu
Cover Berita
Seorang pria berdiri di reruntuhan rumahnya yang hancur akibat serangan Israel di Nabatiyeh, Lebanon selatan, Selasa (16/6/2026). (Sumber: Hussein Malla/Associated Press)

TEHERAN, KOMPAS.TV - Markas Pusat Angkatan Bersenjata Iran atau Khatam Al-Anbiya memperingatkan Israel agar menghentikan serangan ke Lebanon. Mereka mengancam akan memberi "respons keras" jika Tel Aviv melanjutkan operasi militer di Lebanon.

Khatam Al-Anbiya menyatakan Israel terus menyerang Lebanon kendati Amerika Serikat (AS) dan Iran telah sepakat dan akan menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) untuk menghentikan perang pada Jumat (19/6/2026) mendatang.

Militer Iran menuduh Israel telah melakukan pelanggaran gencatan senjata sebanyak 84 kali di Lebanon dalam dua hari terakhir, atau sejak Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan dengan Iran.

"Jika rezim Zionis pembunuh anak-anak tidak menghentikan tindak kejahatan di Lebanon selatan, mereka akan menantikan respons keras dari Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran yang digdaya," demikian pernyataan Khatam Al-Anbiya, Selasa (16/6/2026), dikutip PressTV.

Baca Juga: Netanyahu Klaim Perang Iran Tercapai, Pengamat Soroti Perbedaan Strategi Israel dan AS

"Jika rezim Zionis pembunuh anak-anak tidak menghentikan tindak kejahatan di Lebanon selatan, mereka akan menantikan respons keras dari Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran yang digdaya," demikian pernyatan Khatam Al-Anbiya dikutip PressTV, Selasa (16/6).

Israel diketahui tetap meluncurkan serangan udara ke Lebanon usai AS dan Iran mencapai kesepakatan. Tindakan Israel bertentangan dengan pernyataan Trump yang meminta Tel Aviv menghentikan serangan ke Lebanon.

Pada Selasa, kantor berita Lebanon, NNA, melaporkan Israel meluncurkan beberapa serangan udara ke Kegubernuran Nabatiyeh, Lebanon selatan. Gelombang serangan Israel dilaporkan menewaskan setidaknya empat orang.

Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pun bersikeras militernya akan tetap menduduki sebagian wilayah Lebanon dan Suriah.

Sementara Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mendesak AS memastikan Israel turut mematuhi kesepakatan. Araghchi mengatakan penghentian serangan ke Lebanon masuk dalam kesepakatan AS-Iran dan harus diimplementasikan.

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Edy-A.-Putra

1
2
Show All

Sumber : Press TV, NNA

Tag
  • serangan israel ke lebanon
  • iran ancam israel
  • lebanon
  • khatam al anbiya
  • Iran
  • Israel
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Qodari: MBG Mandat Rakyat tak Bisa Dihentikan, Kontrak Politik Presiden Sebelum Terpilih
• 1 jam lalurepublika.co.id
thumb
Catat Kemenangan Grand Prix Perdana Bersama Ferrari, Lewis Hamilton: Ini Mimpi yang Tampaknya Mustahil Diwujudkan!
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Ekonom: Tren penguatan IHSG tergantung imbal hasil obligasi pemerintah
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
IHSG Diprediksi Menguat, Analis Rekomendasikan Saham BBCA, BUMI, ANTM, ADRO
• 9 jam lalukatadata.co.id
thumb
Deschamps Sebut Olise Kunci Kemenangan Prancis, Kok Bisa?
• 6 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.