Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengajukan tambahan anggaran pagu indikatif sebesar Rp1,99 triliun untuk 2027 mendatang.
Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri menyampaikan bahwa dalam pagu indikatif belanja kementerian/lembaga 2027, Kemenpar hanya memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp1,01 triliun, turun 29,6% dibandingkan tahun ini.
“Pagu indikatif tahun 2027 sebesar Rp1,01 triliun berada jauh di bawah tren historis anggaran Kementerian Pariwisata yang pernah mencapai Rp5,41 triliun, umumnya berada di kisaran Rp3 triliun," kata Widiyanti dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Secara terperinci, dia menyampaikan bahwa penurunan terbesar terjadi pada program pariwisata sebesar 64,67%, serta program pendidikan dan vokasi sebesar 45,78%.
Menurut Widiyanti, hal ini dinilai akan berdampak pada ruang gerak Kemenpar untuk menjalankan program dan pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar di Politeknik Pariwisata.
Oleh karena itu, dia mengajukan kebutuhan anggaran senilai Rp1,99 triliun, yang telah disampaikan dalam pertemuan dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Baca Juga
- Menpar Blak-blakan Kondisi Pariwisata RI di Tengah Konflik Timteng
- Berkah Semu Pariwisata dari Depresiasi Rupiah
- Memacu Pariwisata Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi
Dengan demikian, anggaran ideal sebesar Rp3 triliun disebutnya akan digunakan untuk kebutuhan satuan kerja pusat sebesar Rp1,8 triliun, Politeknik Pariwisata sebanyak Rp1 triliun, serta Badan Pelaksana Otorita senilai Rp123,8 miliar.
Dia juga menambahkan perlu adanya alokasi senilai Rp43,3 miliar untuk pembantuan, sehingga program pengembangan pariwisata dapat menjangkau pemerintah daerah di Tanah Air.
“Dengan demikian, pagu indikatif sebesar Rp1 triliun masih belum sejalan dengan kebutuhan program untuk mencapai target pariwisata tahun 2027, dan dibutuhkan pagu ideal sebesar Rp3 triliun,” ujar Widiyanti.





