BEM Bersatu Nyatakan Sikap Tolak Gerakan Mahasiswa Ditunggangi Politik Praktis

detik.com
5 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Aliansi mahasiswa bernama BEM Bersatu menyatakan sikap menolak gerakan mahasiswa yang ditunggangi kepentingan politik praktis. Mereka menilai gerakan mahasiswa harus menjadi suara rakyat bukan alat untuk merebutkan kekuasaan.

"Kami, BEM Bersatu, menolak segala bentuk penunggangan gerakan mahasiswa oleh kepentingan politik praktis. Gerakan mahasiswa harus tetap menjadi suara rakyat, bukan alat elite dalam perebutan kekuasaan," kata perwakilan dari BEM Bersatu, Rahmat Djimbula, yang merupakan Ketua BEM Hukum UIC dalam konferensi pers di Utan Kayu, Jakarta Timur, Selasa (16/6/2026).

Mereka menilai sejumlah aksi mahasiswa kehilangan arah karena dirasa minim kajian dan lemahnya argumentasi. Mereka mempertanyakan prioritas isu yang diangkat.

"Di tengah kebutuhan mendasar masyarakat, perhatian justru tersedot pada isu yang tidak menjadi urgensi utama. Sementara itu, Program Makan Bergizi Gratis yang berdampak langsung pada gizi dan kesejahteraan masyarakat justru menjadi sasaran penolakan, meski perbaikan tata kelola tetap diperlukan," ucapnya.

Baca juga: BEM UI Tak Ikut Demo Mahasiswa di DPR dan Monas Hari Ini

BEM Bersatu juga menuduh salah satu pimpinan aksi, Tiyo Ardianto, dekat dengan jaringan politik tertentu. Rahmat menyebut ada kaitan antara Tiyo dengan salah satu purnawirawan TNI.

"Salah satu pimpinan aksi, Tiyo Ardianto, diduga memiliki kedekatan dengan jaringan politik tertentu. Mobil Fortuner yang digunakannya diduga terdaftar atas nama Siti Nuraeni, adik Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso, yang merupakan besan Jenderal TNI (Purn) Andhika Perkasa, tokoh tim pemenangan Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024. Dugaan ini diperkuat kehadiran politisi PDI Perjuangan, Andi Widjajanto, di tengah massa aksi," ujar Rahmat.

"Keterkaitan tersebut juga diperkuat oleh kehadiran Tiyo Ardianto dalam Dialog Nasional Kebangsaan di Bandung, 18 Juni 2026, bersama sejumlah tokoh seperti Said Didu, Roy Suryo, Refly Harun, dan dr. Tifa. Dalam forum yang sama, Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso juga tercatat hadir, menunjukkan adanya jejaring yang patut dicermati," sebutnya.

Lebih lanjut, mereka juga menolak narasi adanya krisis yang tidak berbasis data utuh karena mengalihkan fokus publik. Mereka juga menyayangkan dugaan pemanfaatan aksi mahasiswa oleh pihak luar, sebagaimana yang telah diklarifikasi oleh sejumlah BEM.

"BEM Bersatu akan terus mengawal kemurnian gerakan mahasiswa agar tetap independen, berpihak kepada rakyat, serta bebas dari intervensi elite politik," tambahnya.

Untuk itu, mereka menyatakan sejumlah tuntutan, yaitu:

1. Mendesak sterilisasi gerakan mahasiswa dari pendanaan, fasilitas, dan segala bentuk intervensi politik praktis.
2. Mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis dengan catatan perbaikan tata kelola agar tepat sasaran dan akuntabel.
3. Mendukung pengusutan tuntas koruptor tanpa pandang bulu serta mengajak seluruh mahasiswa Indonesia mengawal proses hukum secara kritis dan objektif.

Berikut daftar nama BEM Bersatu yang hadir dalam konferensi pers tersebut:

- Wildan Ricky (Ketua BEM Fakultas Hukum UNISIA)
- Muhammad Yani (BEM Fakultas Hukum UIJ)
- Ardi Zulkifly (Ketua BEM FISIP UNAS)
- Ardiansyah (Ketua BEM institut Al- Aqidah)
- Ahmad Ghazy (BEM Psikologi UNJ)
- Alfi (Ketua BEM FEB UNPAM)
- Rahmat Djimbula (Ketua BEM Hukum UIC)
- Dicky (BEM F.IPS Unindra)
- Ahmad (BEM Fakultas Tekhnik Universitas BSI)
- Rezky Anandar (BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Managemen Administrasi Institut STIAMI)




(ial/knv)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemulangan Jemaah Haji Gelombang I Berakhir, 95.178 Jemaah Sudah Tiba di RI
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Takut Dipecat Karena Hamil, WNI di Jepang Sembunyikan Jenazah Bayinya
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Kebaikan 5 Zodiak yang Sering Dianggap Sedang Jatuh Cinta
• 2 jam lalubeautynesia.id
thumb
Dua Kubu Keraton Kasunanan Sepakat Gelar Kirab 1 Suro 2026 Secara Beriringan, Ada Andil Pemkot Solo di Baliknya
• 10 jam lalugrid.id
thumb
Konflik Timur Tengah Berangsur Reda, Risiko Fiskal Masih Mengintai
• 6 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.