JOGJA, DISWAY.ID - Polda DIY mempersilakan Mantan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, melaporkan dugaan teror yang dialaminya saat mengikuti aksi di Gejayan.
Polisi menyarankan agar Tiyo segera membuat laporan resmi terkait alat atau perangkat yang diduga alat pelacak pada mobil yang ditumpanginya seusai mengikuti aksi Gejayan, Minggu, 14 Juni 2026 lalu.
BACA JUGA:Status Anggota BEM Bersatu yang Pertanyakan Tiyo Ardianto Dibantah Kampus: Kami Tidak Pernah Kirim Utusan!
Sampai saat ini, Polda Daerah Istimewa Yogyakarta(DIY) belum menerima laporan dari Tiyo terkait hal tersebut.
Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan mengatakan, pihaknya hingga kini belum menerima laporan Tiyo terkai aksi dugaan pemasangan alat pelacak tersebut.
"Kami sampaikan bahwa hingga saat ini Polda DIY belum menerima laporan resmi dari pihak yang bersangkutan," ujar Ihsan dalam keterangannya, Rabu, 17 Juni 2026.
Meski belum ada laporan, Ihsan memastikan kepolisian tetap melakukan pemantauan serta pengumpulan informasi awal. Hal ini bertujuan untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.
BACA JUGA:Tiyo Ardianto Disenggol Budiman Sudjatmiko, Kalimat Ini Dinilai Paling Menyakiti Hati Mahasiswa UGM
"Meskipun demikian jajaran kami di lapangan tetap melakukan pemantauan dan pengumpulan informasi awal demi menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif," katanya.
Polda DIY tetap membuka kesempatan bagi Tiyo maupun pihak yang merasa dirugikan atas peristiwa tersebut untuk segera melapor agar kepolisian dapat melakukan penyelidikan.
"Kami mempersilakan saudara Tiyo atau pihak yang dirugikan untuk segera membuat laporan resmi ke Polda DIY. Laporan tersebut penting sebagai dasar hukum bagi kami untuk melakukan penyelidikan secara prosedural, objektif dan mendalam," ujar Ihsan.
Temuan Alat PelacakSebelumnya, Tiyo menemukan alat pelacak yang terpasang pada mobil yang ditumpanginya setelah mengikuti aksi Gejayan di Yogyakarta, Sabtu, 13 Juni 2026 malam.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Tiyo menyebut telepon genggamnya menerima notifikasi mengenai keberadaan sebuah alat pelacak bernama PBX Finder yang bergerak bersamanya.
Setelah dilakukan pengecekan, perangkat tersebut disebut ditemukan berada di kolong mobil yang digunakannya.
Tiyo menegaskan bahwa tekanan maupun intimidasi tidak akan menyurutkan sikap kritis yang diperjuangkannya.





