jpnn.com - SURAKARTA - Sejumlah kandidat calon Ketua Umum PBNU makin giat bersilaturahmi ke wilayah dan juga berusaha memenuhi syarat administrasi yang ditentukan ART maupun Perkum NU, menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang konon digelar pada Agustus nanti.
Salah satu syarat menjadi PBNU ialah harus berpengalaman dalam struktur NU dan sudah pernah mengikuti pendidikan kaderisasi.
BACA JUGA: Alasan Gus Ipul Menyebut Nama Nasaruddin Umar di Bursa Calon Ketum PBNU, Oalah
Dalam beberapa waktu terakhir, beberapa kandidat mengikuti Pendidikan Menengah Kepemimpinan NU, di antaranya, KH Yusuf Chudlori (Gus Yusuf), KH Imam Jazuli, dan KH Miftah Maulana Habiburrahman (Gus Miftah) yang mengikuti PMKNU di Cirebon Raya, 13-17 Mei 2026.
Sementara itu, KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam mengikuti PMKNU Soloraya, 10-14 Juni 2026, bertempat di UIN Raden Mas Said, Surakarta. Di sana ada juga H Toto Suharto, Abdullah Faishol, KH Khomsun Nur Arif.
BACA JUGA: Menag Nasaruddin Umar Masuk Bursa Ketua Umum PBNU
"Keikutsertaan Gus Salam dalam PMKNU Soloraya, menjadikan suasana pendidikan selama lima hari tambah hidup dan bersemangat, baik didalam kelas, diskusi kelompok maupun saat rehat,” kata Syaifuloh Yusuf atau Gus Yusuf, salah satu peserta.
“Dia sangat akrab dengan peserta lainnya dan pandai menciptakan kehangatan kelas pendidikan dengan gaya humor dan celetukannya yang khas dan bikin geer, tertawa lepas para peserta PMKNU lainnya,” imbuhnya.
BACA JUGA: Bursa Calon Ketum PBNU Memanas, Gus Ipul Jagokan Nasaruddin Umar?
Gus Yusuf mengatakan bahwa sejak awal pendidikan dimulai, Gus Salam telah ditunjuk secara aklamasi oleh 83 peserta PMKNU sebagai ketua kelas.
"Gus Salam mengikuti semua sesi kegiatan, termasuk olah fisik setelah salat Subuh. Ia humble, tidak menampilkan sosok cucu pendiri NU. Cenderung seperti kebanyakan peserta yang lain,” ujar Syaifuloh Yusuf.
“Ia menjadi ketua kelas pendidikan, memberi teladan datang tepat waktu sebelum dimulai. Dan dia open minded, bersikap terbuka dan tidak sungkan memimpin yel dan menyanyikan mars kader PMKNU,” imbuhnya.
Menurut dia, figur Gus Salam sangat tepat dan layak menjadi Ketua Umum PBNU.
"Gus Salam sempat bernazar, kalau dipercaya dan ditakdirkan menjadi Ketua Umum PBNU, akan mengajak semua peserta, instruktur dan tim asistensi PMKNU untuk study tour ke PP Al-Ittifaq Ciwedey, Bandung,” ujar Gus Yusuf.
"PP Al-Ittifaq telah menjadi pesantren agribis percontohan di lingkungan NU. Tidak sebatas pesantren pada umumnya yang mengajarkan paham-paham keagamaan berbasis kitab kuning saja, tetapi juga mengajarkan kemandirian kepada santri di bidang pertanian dan perdagangan. Al-Ittifaq itu juga membangun kemitraan agribis dengan kelompok tani di beberapa kabupaten sekitar," imbuhnya. (*/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... PCNU Babat Bikin Gowes Muharam, Gus Mashum: Mencari Sehat & Berkah
Redaktur & Reporter : Mufthia Ridwan




