Kronologi Media Lokal Korsel Diboikot Usai Diduga Hina Son Heung Min, Berawal dari Bocornya Sebuah Rekaman

grid.id
4 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID- Kronologi media lokal Korsel diboikot usai diduga hina Son Heung Min. Kasus ini berawal dari bocornya sebuah rekaman. 

Tim Nasional (Timnas) Korea Selatan mendapatkan sorotan di tengah perhelatan Piala Dunia 2026. Bukan hanya karena performa pertandingan mereka, polemik lain datang dari media domestik yang dikabarkan memberi komentar negatif kepada kapten tim yaitu Son Heung Min.

Lantaran hal itu, hubungan antara skuad Taeguk Warriors dan rombongan media lokal dilaporkan memburuk. Perselisihan itu berkembang menjadi krisis internal yang memaksa Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) mengambil langkah tegas dengan mengeluarkan teguran resmi kepada sejumlah jurnalis Korea yang mengikuti tim di Meksiko.

Adapun, insiden ini berawal saat sesi latihan terbuka di markas Korea Selatan di Guadalajara, pada 7 Juni. Dalam rekaman yang bocor, terdapat percakapan yang berisi komentar bernada ejekan terhadap atlet Son Heung Min.

Seorang jurnalis media Korea Selatan diketahui menyinggung status militer Son yang belum menjalani wajib militer penuh selama dua tahun. Hal ini karena memang sang atlet mendapat keringanan setelah membawa Korsel meraih medali emas pada Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang.

Atas prestasi tersebut, Son Heung Min hanya diwajibkan menjalani pelatihan militer dasar selama tiga minggu, bukan kewajiban penuh selama 21 bulan. Pemerintah Korea Selatan memang memberlakukan kewajiban itu kepada atlet yang meraih prestasi tertentu di ajang besar seperti Asian Games, Olimpiade, atau kejuaraan dunia.

Selain isu militer, rekaman tersebut juga memuat komentar yang menyinggung performa Son Heung Min di lapangan. Seorang jurnalis disebut mengomentari gaya berlari Son saat laga melawan Republik Ceko.

"(Cara dia berlari) itu karena dia kapten tim? Dia seperti sedang berlari saat wajib militer. Apa karena dia kapten," kata seorang wartawan, dilansir dari Tribunnews.com.

"Orang-orang ini mana tahu soal kemiliteran," cibir wartawan lainnya.

Setelah adanya polemik ini, para pemain lain disebut menunjukkan solidaritas penuh kepada Son dengan membatasi interaksi mereka dengan media lokal. Setelah kemenangan 2-1 atas Republik Ceko pada laga pembuka grup, Son yang biasanya selalu melayani wawancara pascapertandingan memilih untuk tidak memberi komentar kepada wartawan.

Penyerang berusia 33 tahun itu diketahui hanya menyapa singkat sebelum meninggalkan area mixed zone. Sikap serupa berlanjut beberapa hari kemudian ketika sesi wawancara khusus dengan gelandang Hwang In Beom mendadak dibatalkan.

 

Secara resmi, pembatalan tersebut disebutkan lantaran adanya kendala jadwal. Namun, sejumlah sumber di sekitar tim menyebut keputusan itu merupakan bentuk penolakan dari para pemain terhadap media yang terlibat dalam kontroversi.

Melansir dari Kompas.com, KFA kemudian memperketat aturan interaksi antara pemain dan media selama turnamen berlangsung. Salah satu media Korsel bahkan diminta menarik publikasi hasil wawancara santai dengan gelandang Lee Dong Gyeong yang dilakukan saat hari libur skuad di Guadalajara.

Dalam kronologi media lokal Korsel diboikot ini, KFA mengeluarkan pernyaraan resmi, pada Senin (15/6/2026) waktu Korea Selatan. Mereka mengecam penggunaan bahasa yang dianggap tidak pantas dan tidak menghormati pemain serta telah menimbulkan kekecewaan dan guncangan besar di dalam skuad.

KFA lalu meminta seluruh perwakilan media menunjukkan sikap bertanggung jawab serta menjaga rasa saling menghormati selama meliput tim nasional. Sementara itu, dampak dari kasus ini membuat pemimpin delegasi media Korsel yang meliput Piala Dunia dilaporkan mengundurkan diri setelah menerima tanggung jawab atas memburuknya hubungan antara wartawan dan tim nasional.

Menurut sejumlah laporan, pejabat media KFA bahkan sempat meminta seluruh wartawan asing meninggalkan ruangan konferensi pers. Hal ini dilakukan sebelum mereka kemudian memberi teguran keras kepada rombongan jurnalis Korea Selatan secara tertutup.

Berikutnya, laporan lain menyebutkan bahwa Son Heung Min sudah menerima permintaan maaf secara formal dan tatap muka dari kepemimpinan delegasi media yang baru. Meski Son disebut telah menerima permintaan maaf, keputusan apapun terkait pembicaraan dengan media akan tetap dilakukan setelah adanya diskusi dengan skuad yang bermain. (*)

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tujuh Ratus Anak Ikuti Fun Run di Surabaya
• 20 jam lalurepublika.co.id
thumb
Dituding Pengkhianat Reformasi, Budiman Sudjatmiko: Saya tidak Bergabung ke Pemerintahan Diktator
• 1 jam lalurepublika.co.id
thumb
Kenalan Sama Band Jepang ONE OK ROCK Lewat 5 Lagu Ini
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Kronologi Eks Kiper Timnas U-23 Ditemukan, Keluarga Kabarkan Lokasi Terakhir Nuri Agus Wibowo
• 3 jam lalugrid.id
thumb
Ramalan Fitch Soal Harga Minyak jika Selat Hormuz Dibuka
• 7 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.