Luhut Ungkap Bansos Digital Siap Meluncur, Akan Dicek Prabowo

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan bahwa sistem Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital siap meluncur pada kuartal IV/2026. Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto akan terlebih dahulu mengecek kesiapan sistem tersebut pada bulan depan.

Luhut mengatakan bahwa Perlinsos Digital kini masih dalam tahap uji coba di 42 kabupaten/kota. Sistem Perlinsos itu terintegrasi dan dibangun di atas pondasi Digital Public Infrastructure (DPI) yang telah diperbarui. Sistem ini memungkinkan warga untuk mendaftar bantuan sosial, memverifikasi kelayakan mereka, dan mengajukan sanggah atas data yang tidak sesuai.

Untuk pertama kalinya, data kependudukan warga dari berbagai instansi pemerintah terhubung dan diverifikasi secara real-time. Sistem tersebut menghilangkan proses manual, data yang usang, dan pengambilan keputusan yang tidak transparan. Sistem Perlinsos itu juga menggunakan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Kemudian, dalam tahap uji coba ini, Presiden Prabowo pun akan mengecek kesiapan sistem.

"Kami sudah sepakat, nanti kami usul kepada Presiden untuk 6, 7, 8, 9 Juli beliau melihat nanti, apakah di Surabaya, Banyuwangi dengan Bali, mana yang beliau pilih," kata Luhut dalam konferensi pers pada Rabu (17/6/2026) di Kantor DEN. 

Kemudian, setelah tahap uji coba itu, pemerintah akan meluncurkan sistem Perlinsos Digital itu pada kuartal IV/2026.

Baca Juga

  • Awas Tautan Palsu, Komdigi Minta Warga Jaga OTP saat Pencairan Bansos Digital
  • Pemerintah Genjot Bansos Digital, Cegah Data Penerima Tidak Tepat Sasaran
  • Balikpapan Bakal Uji Coba Bansos Digital, Pemkot Siapkan 365 Agen Perlinsos

"Pada Oktober atau November launch secara nasional di 541 kabupaten/kota. Kami harap itu semua sudah bisa di tempat, 80%-90% sambil jalan, sehingga akhir tahun kita semua sudah jadi," ujar Luhut.

Sebelumnya, Koordinator Gugus Tugas, Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah Rahmat Andika menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan Perlinsos Digital, masyarakat melakukan pendaftaran bansos secara inklusif terautentikasi biometric.

Masyarakat kemudian menerima hasil kelayakan program berdasarkan filter kriteria yang telah ditetapkan oleh tim ahli bersama Kementerian Sosial.

Apabila masyarakat ditolak dan merasa data tidak sesuai dengan kondisi nyata, maka dapat melakukan sanggahan.

Andika mengatakan bahwa penerapan Perlinsos Digital dilakukan karena muncul keterbatasan dalam penyaluran bansos. Tercatat, masih ada inclussion error atau data masyarakat yang sebenarnya tidak layak mendapatkan bansos, maupun exclussion error atau masyarakat yang sebenarnya berhak, namun tidak terdata.

Pemerintah sendiri telah melakukan piloting program Perlinsos Digital di Banyuwangi pada beberapa waktu lalu.

"Hasil di Banyuwangi banyak yang kemudian yang ternyata masuk inclusion error dan exclussion error," ujar Andika.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Lewati Giroud, Mbappe Raja Gol Prancis
• 8 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Itjen Kemenhaj Tinjau Pelayanan Hari Pertama Pemulangan Jemaah Haji Gelombang 2 di Madinah
• 23 jam lalukompas.com
thumb
Pasien RSUD Undata Palu Terpaksa Dirawat di Pelataran Dampak Gempa Susulan
• 16 jam laluliputan6.com
thumb
Daftar Susunan Pemain Iraq vs Norwegia: Skuad Terbaik Norwegia Tantang Kolektivitas Irak
• 12 jam lalumedcom.id
thumb
Mensos: Sekolah Rakyat Butuh Tambahan Guru, Rekrut 5 Ribu Tenaga Baru Tahun Ini
• 1 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.