Grid.ID – Pabrik Kejayan Nestlé Indonesia di Pasuruan, Jawa Timur, mendapat kunjungan resmi Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN, H.E. Olivier Zehnder.
Datang bersama perwakilan International Labour Organization (ILO) dan Swisscontact, delegasi ini berkesempatan melihat dari dekat ekosistem pengelolaan susu terintegrasi yang telah dibangun sejak 1975.
Kehadiran para delegasi disambut baik oleh jajaran manajemen Nestlé Indonesia, antara lain Direktur Technical Antonio Prochilo, Direktur Human Resources Fahrul Irvanto, Factory Manager Pabrik Kejayan Imelda Mayasari, serta Head of Milk Procurement and Dairy Development (MPDD) Ida Royani.
Melalui kunjungan ini, para delegasi diajak meninjau langsung bagaimana rantai pasok susu segar dari peternak sapi perah rakyat dan koperasi di Jawa Timur mengalir menjadi bahan baku utama di Pabrik Kejayan.
Ekosistem yang telah berjalan lebih dari lima dekade ini tidak hanya menjaga ketahanan pasokan susu nasional, tetapi juga terbukti memberikan dampak ekonomi nyata seperti penciptaan lapangan kerja dan penguatan industri daerah setempat.
Selain meninjau fasilitas operasional, agenda ini juga membuka ruang dialog lintas sektor untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta pembiayaan yang menjangkau masyarakat luas.
Duta Besar Swiss H.E. Olivier Zehnder yang turun langsung menemui para peternak, koperasi, serta institusi pemerintah setempat, memberikan apresiasi tinggi terhadap ekosistem yang tersedia di sana.
“Apresiasi terhadap Nestlé Indonesia dalam mendukung pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Selama beberapa hari terakhir, kami berkesempatan bertemu dengan peternak, koperasi, institusi pemerintah, serta para mitra," ujar Olivier.
Ia menambahkan bahwa penguatan sektor susu yang berkelanjutan membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak.
Dalam hal ini, Nestlé Indonesia dinilai telah menjadi mitra penting yang berkontribusi meningkatkan produktivitas dan standar kualitas.
Pihaknya juga mengapresiasi kontribusi nyata Nestlé Indonesia yang berkelanjutan bagi pembangunan nasional dengan menghadirkan nilai tambah, tidak hanya bagi bisnis tetapi juga bagi komunitas di Jawa Timur serta perekonomian secara nasional.
Melihat lebih dekat ke dalam proses produksinya, Direktur Technical Nestlé Indonesia, Antonio Prochilo, menegaskan bahwa ekosistem ini dijalankan dengan komitmen Menciptakan Manfaat Bersama (Creating Shared Value).
“Kami terus berkomitmen untuk berkontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya melalui kemitraan dengan para peternak sapi perah rakyat dan koperasi. Melalui kolaborasi ini, kami berupaya memperkuat rantai pasok susu berkelanjutan agar lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan peternak di Indonesia,” kata Antonio.
Sementara itu, Factory Manager Pabrik Kejayan, Imelda Mayasari, menjelaskan bagaimana operasional pabrik dirancang untuk menjadi jembatan antara hasil peternak dengan manufaktur yang bertanggung jawab.
“Melalui pemanfaatan susu segar yang dihasilkan oleh para peternak sapi perah rakyat di Jawa Timur, penerapan standar operasional yang bertanggung jawab, serta berbagai inisiatif keberlanjutan, kami terus berupaya menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat setempat dan mendukung peningkatan perekonomian daerah serta memastikan keberlanjutan lingkungan,” jelas Imelda.
Aspek keberlanjutan lingkungan yang disaksikan oleh delegasi Swiss ini diterapkan secara menyeluruh dari hulu ke hilir.
Di Pabrik Kejayan, operasional ramah lingkungan ditopang oleh fasilitas pengolahan air limbah Wastewater Treatment Plant (WWTP) serta pemanfaatan Biomass Boiler Plant. Di sisi lain, praktik hijau ini juga didorong di tingkat peternak melalui pemanfaatan limbah ternak menjadi pupuk organik dan energi biogas.
Kunjungan ini memberikan gambaran tentang keterkaitan kuat antara kemitraan peternak, operasional pabrik yang bertanggung jawab, dan inisiatif lingkungan.
Lewat keterbukaan ekosistem ini, Nestlé Indonesia menegaskan kembali komitmennya untuk terus berkontribusi membangun sistem pangan yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat saat ini dan di masa depan.
Artikel Asli




