Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman ke Indonesia dapat mencapai 19,1 juta pada 2027.
Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri menjelaskan bahwa dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027, sektor pariwisata memiliki prioritas dalam pelaksanaan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan, khususnya di 10 destinasi pariwisata prioritas dan 3 destinasi regeneratif.
Sejalan dengan RKP 2027 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, sektor pariwisata disebutnya mendapatkan mandat untuk meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian nasional. Hal ini tecermin dari peningkatan seluruh target indikator kinerja utama Kemenpar dibandingkan dengan target 2026.
“Yang pertama, kunjungan wisatawan mancanegara ditargetkan mencapai 17,6 hingga 19,1 juta kunjungan, meningkat sekitar 8,5% hingga 10%,” kata Widiyanti dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Selain jumlah kunjungan, Kemenpar menargetkan rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara per kedatangan atau average spending per arrival (ASPA) sebesar US$1.447 hingga US$1.497 pada 2027. Angka tersebut meningkat sekitar 5,5% hingga 6,6% dibandingkan target tahun sebelumnya.
Dari sisi devisa, sektor pariwisata ditargetkan menghasilkan US$25,5 miliar hingga US$28,6 miliar pada 2027 atau tumbuh sekitar 15%. Sementara itu, jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) diproyeksikan mencapai sedikitnya 1,28 miliar perjalanan.
Baca Juga
- Kemenpar Ajukan Tambahan Anggaran Rp1,99 Triliun untuk 2027
- Industri Media Tertekan, Pelanggan Berbayar Jadi Harapan
- Piala Dunia 2026 Berpotensi Kerek Konsumsi Rumah Tangga Kuartal II
“Keempat, perjalanan wisatawan Nusantara ditargetkan mencapai setidaknya 1,28 miliar perjalanan, meningkat 8,5% dibandingkan tahun 2026,” imbuhnya.
Kemenpar juga menargetkan sektor pariwisata mampu menyerap 27,33 juta tenaga kerja pada 2027 atau meningkat sekitar 3% dibandingkan tahun sebelumnya.
Adapun kontribusi sektor pariwisata terhadap produk domestik bruto (PDB) ditargetkan berada pada kisaran 4,7% hingga 4,8%, naik sekitar 0,4 poin persentase.
Dari sisi investasi, nilai investasi sektor pariwisata pada 2027 ditargetkan mencapai Rp71 triliun atau meningkat sekitar 11,8% dibandingkan target 2026.
Widiyanti mengatakan target tersebut disusun dengan mempertimbangkan sasaran pertumbuhan ekonomi nasional yang dipatok pada kisaran 5,8% hingga 6,5% pada 2027.
Di sisi lain, lapangan usaha yang berkaitan erat dengan sektor pariwisata, seperti akomodasi serta penyediaan makan dan minum, ditargetkan tumbuh 8,7% hingga 9,3% pada tahun depan.





