Anak Suka Main Game? Begini Tips Mengasah Hobi Jadi Skill yang Bermanfaat

viva.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Banyak orang tua masih memandang bermain game sebagai aktivitas yang hanya menghabiskan waktu. Padahal, jika diarahkan dengan tepat, hobi tersebut justru dapat menjadi sarana untuk mengembangkan berbagai kemampuan anak, mulai dari konsentrasi, koordinasi motorik, hingga kepercayaan diri.

Bahkan, tidak sedikit anak yang berhasil membuktikan bahwa kegemaran bermain game mampu membuka jalan menuju prestasi membanggakan. Karena itu, peran orang tua menjadi sangat penting untuk membantu mengarahkan minat anak agar berkembang menjadi keterampilan yang bermanfaat bagi masa depan.

Baca Juga :
Ikuti Jejak Indonesia dan Prancis, Inggris Resmi Larang Anak di Bawah 16 Tahun Akses Media Sosial
ONIC Gagal Pertahankan Takhta, Bigetron Resmi Menjadi Juara MPL ID S17!

Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa ketika minat anak mendapat pendampingan dan kesempatan berkembang, sebuah hobi dapat bertransformasi menjadi pencapaian yang membanggakan.

Lantas, bagaimana orang tua bisa membantu anak mengembangkan potensinya melalui hobi bermain game?

1. Kenali Minat Anak Sejak Dini

Setiap anak memiliki ketertarikan yang berbeda. Ada yang menyukai permainan strategi, ada pula yang lebih menikmati permainan berbasis ritme, olahraga, atau kreativitas. Alih-alih langsung melarang, orang tua dapat mengamati jenis permainan yang benar-benar disukai anak.

Dengan mengenali minat tersebut, orang tua akan lebih mudah memberikan dukungan yang sesuai sehingga hobi tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga media belajar.

2. Dampingi dan Tetapkan Batas Bermain

Mendukung hobi bukan berarti membiarkan anak bermain tanpa aturan. Tetapkan jadwal bermain yang seimbang dengan waktu belajar, beristirahat, serta aktivitas fisik.

Pendampingan orang tua juga membantu anak memahami pentingnya disiplin, tanggung jawab, serta kemampuan mengatur waktu. Nilai-nilai inilah yang nantinya berguna ketika anak ingin mengembangkan hobinya ke tingkat yang lebih serius.

3. Berikan Kesempatan Mengikuti Komunitas dan Kompetisi

Bergabung dalam komunitas menjadi salah satu cara efektif untuk meningkatkan kemampuan anak. Di sana mereka dapat belajar dari pemain lain, bertukar pengalaman, sekaligus membangun kemampuan bersosialisasi. Hal serupa terlihat dalam perjalanan atlet Indonesia menuju Korea Selatan dalam ajang Pump It Up Dominion: Asia Pacific Tournament 2026. Sebelum tampil di tingkat internasional, mereka harus melewati rangkaian babak kualifikasi online maupun offline yang digelar di berbagai negara.

Baca Juga :
Roblox Akhirnya Bisa Diakses Kembali di Negara Ini
Anak Sering Lemas dan Sulit Fokus? Ahli Gizi Ungkap Ternyata Bukan Karena Kurang Makan
Deretan Game yang Paling Bikin Hype Setelah Summer Game Fest 2026, Mana Favoritmu?

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sangat Selektif, Titi Kamal Ungkap Pertimbangannya Sebelum Terima Peran Film
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Pulang Haji, Mantan Pimpinan Bank Sumsel Babel Ditahan Kejati Sumsel dalam Kasus Dugaan Korupsi KUR Rp3,9 Miliar
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
BGN Audit Total Dapur MBG, Besaran Insentif SPPG Enggak Pukul Rata
• 16 jam lalujpnn.com
thumb
Ramalan Keuangan Zodiak 17 Juni 2026: Rabu Ini Ada Zodiak yang Uangnya Mengalir Deras, Siapa Saja?
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
Serukan Tahun Baru Hijriah Jadi Momentum Transformasi Sistem Kemasyarakat, Menag Pertegas Makna Hijrah
• 3 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.