Israel Lanjut Serang Lebanon Jelang Penandatanganan MoU Damai AS-Iran

idxchannel.com
1 jam lalu
Cover Berita

Pasukan Israel pada Rabu (17/6/2026) melakukan serangan udara di beberapa wilayah di Lebanon selatan.

Israel Lanjut Serang Lebanon Jelang Penandatanganan MoU Damai AS-Iran. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Pasukan Israel pada Rabu (17/6/2026) melakukan serangan udara di beberapa wilayah di Lebanon selatan.

Dilansir dari AFP, serangan tersebut dilakukan menjelang penandatanganan nota kesepahaman (MoU) terkait perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran akhir pekan ini.

Baca Juga:
Iran Akan Bebas Jual Minyak usai Teken Mou Damai dengan AS

Menurut Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA), pesawat tempur Israel melancarkan serangan di wilayah Nabatieh al-Fawqa dan Kfar Tebnit. Israel juga melancarkan serangan drone di wilayah Zahrani.

Meskipun kekerasan telah menurun di Lebanon sejak kesepakatan AS-Iran untuk mengakhiri perang Timur Tengah diumumkan pada Senin, serangan Israel di selatan negara itu masih menewaskan sedikitnya lima orang sejak pengumuman tersebut.

Baca Juga:
Iran Bakal Terima Rp5.300 Triliun Jika Damai dengan AS, Ini Rinciannya

Penurunan kekerasan telah memungkinkan beberapa penduduk Lebanon selatan untuk kembali dan memeriksa tempat tinggal mereka. Namun, tentara Lebanon mendesak penduduk setempat untuk menunda kepulangan mereka, dengan alasan

risiko pelanggaran dan serangan Israel.

Baca Juga:
Intip Bocoran Isi Perjanjian Damai AS-Iran yang Ditandatangani pada Jumat

Lebanon terseret ke dalam perang Timur Tengah pada awal Maret. Kelompok militan Hizbullah menembakkan roket ke Israel sebagai balasan atas agresi AS-Israel terhadap Iran. Israel menanggapi dengan kampanye serangan udara besar-besaran dan invasi darat.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan pada Selasa bahwa kesepakatan antara negaranya dengan AS juga mencakup perdamaian di Lebanon.

"Setiap serangan militer oleh rezim zionis terhadap Lebanon mulai sekarang dan pendudukan wilayah Lebanon yang berkelanjutan mulai sekarang akan dianggap sebagai pelanggaran nota kesepahaman menurut pandangan kami," katanya.

Namun, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada Senin bahwa pasukan negaranya akan tetap berada di Lebanon selama diperlukan.

Hizbullah sejauh ini belum mengeluarkan pernyataan apa pun sejak Selasa yang mengklaim serangan terhadap Israel. (Wahyu Dwi Anggoro)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Barang yang Banyak Dibeli tapi Nggak Dilirik Orang Kaya
• 5 jam lalubeautynesia.id
thumb
Pasutri Ini Gasak Motor di 19 TKP di Jatim, Modus Tuduh Korban Menabrak
• 12 menit lalurctiplus.com
thumb
Pacu Jawi Minangkabau, Adu Ketangkasan Joki dan Kecepatan Sapi di Sawah Berlumpur
• 10 jam lalurctiplus.com
thumb
Lionel Messi Ukir Sejarah Baru di Piala Dunia 2026 usai Argentina Bantai Aljazair
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Banggar DPR Sepakati Asumsi Makro 2027, Siap Dibawa ke Timus
• 4 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.