Istana Ungkap Alasan Prabowo Tidak Hadiri Agenda KTT Asean-Rusia di Kazan

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, HAMBALANG – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan alasan Presiden tidak menghadiri agenda kenegaraan di Konferensi Tingkat Tinggi Asean-Rusia, di Kazan, Rusia. 

Menurutnya, keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan berbagai prioritas yang saat ini tengah dihadapi pemerintah di dalam negeri.

"Kami memahami adanya pertanyaan mengenai mengapa Presiden tidak hadir ke Rusia. Pertama, tentu beliau memiliki pertimbangan tersendiri karena memang masih banyak hal yang perlu fokus diselesaikan di dalam negeri," ujar Prasetyo Hadi saat memberikan keterangan pers di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Rabu (17/6/2026).

Prasetyo menegaskan bahwa hubungan Indonesia dengan Rusia tetap berjalan baik dan komunikasi antara kedua negara terus berlangsung. 

Dia menyebut Presiden sebelumnya telah melakukan berbagai pembahasan dengan para pemimpin negara di kawasan Asia, termasuk saat menghadiri pertemuan di Filipina.

"Selain itu, bersama para pimpinan tinggi negara Asia, beliau hadir di Filipina dan banyak hal yang sudah didiskusikan, termasuk yang berkenaan dengan hubungan bilateral dengan negara-negara sahabat," katanya.

Baca Juga

  • KTT Literasi Sumbersari Raup Omzet Rp50 Juta per Bulan
  • OPINI: Membangun Stabilitas Tanpa Kepercayaan: Makna KTT Trump-Xi
  • KTT ASEAN ke-48 Soroti Dampak Perang Timur Tengah pada Ekonomi Kawasan

Terkait hubungan Indonesia dan Rusia, Prasetyo mengungkapkan bahwa Presiden juga telah bertemu langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin beberapa waktu lalu. Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin membahas berbagai isu strategis dan kerja sama bilateral.

"Utamanya dengan Rusia, beliau sudah bertemu Presiden Putin beberapa waktu lalu dan membicarakan banyak hal. Beberapa komitmen kerja sama yang telah disepakati juga sudah ditindaklanjuti secara teknis," ujar Prasetyo.

Pemerintah memastikan bahwa ketidakhadiran Presiden dalam agenda tersebut tidak akan memengaruhi hubungan bilateral Indonesia dengan Rusia. Berbagai kerja sama yang telah disepakati kedua negara tetap berjalan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ekspor Produk Herbal Indonesia ke Arab Saudi Senilai Rp2,5 Miliar Resmi Dimulai Lewat Kesepakatan Dagang di Jeddah
• 22 jam lalupantau.com
thumb
IPOT Soroti Fenomena FOMO, Banyak Anak Muda Investasi Tanpa Pahami Risiko
• 36 menit laluwartaekonomi.co.id
thumb
Usai Brasil, Kini Prancis Kritik Kualitas Lapangan Piala Dunia 2026
• 10 jam laluberitajatim.com
thumb
Beri Tenggat Waktu Pekan Depan, Ketua Satgas PRR Minta Pemda Tuntaskan Penyaluran Hibah Bencana
• 6 menit lalutvonenews.com
thumb
Capaian Suspek TBC Surabaya Tembus 71,54 Persen, Ribuan Pasien Jalani Pengobatan
• 3 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.