Guru Besar Lemdiklat Polri Profesor Hermawan Sulistyo mengatakan Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) mengatakan ada sekitar 200 orang anggota Polri yang bergelar doktor. Dia memastikan gelar doktor itu didapatkan dengan benar.
"Jadi perwira pendidikan sangat tinggi dan sangat tinggi. Jumlah seluruh S3 di Polri itu sekitar 200, 200 doktor. Doktornya nggak ada yang odong-odong. Doktornya beneran," kata Hermawan seusai acara wisuda dan rangkaian Dies Natalis ke-80 Lemdiklat Polri di STIK, Rabu (17/6/2026).
Hermawan menuturkan, saat ini dirinya sedang mempersiapkan penerbitan disertasi para lulusan doktor. Sebab menurutnya pendidikan tinggi seharusnya membuat seorang polisi semakin peka terhadap masyarakat.
"Sehingga nggak lagi kalau doktor terus mimpin penanganan demo di jalan gebuki, nyuruh gebuki mahasiswa segala macam itu, nggak ada lagi seperti itu," ungkap dia.
Pada kesempatan serupa, Ketua STIK Lemdiklat Polri Irjen Eko Rudi Sudarto mengatakan, kini STIK terus berupaya membentuk lulusan yang tidak cuka unggul di sisi intelektual, tapi juga punya etika dan kepekaan sosial.
"Ternyata kalau hasil didik STIK itu masih quote and quote banyak tadi deviasi. Ada tiga hal yang dididik di sini: etika, logika, dan rasa. Logikanya mungkin cerdas, emosionalnya bagus, tetapi rasanya nanti kalau di luar masih ada pelanggaran, nah itu lembaga pendidikan menjadi salah satu lembaga yang bertanggung jawab terhadap modal tadi," kata Eko.
(tsy/zap)





