JAKARTA, KOMPAS.com - Simpatisan PT Indobuildco akan menginap di Hotel Sultan pada Rabu (17/6/2026) malam ini untuk menghadapi eksekusi lahan oleh pemerintah pada Kamis (18/6/2026).
Mereka memakai kaus biru dan sudah tiba di kawasan depan Hotel Sultan sejak pukul 13.45 WIB. Mereka terdiri dari mahasiswa dan masyarakat.
Koordinator simpatisan, Rio Affandi Siregar mengatakan, mereka siap membentuk barikade di depan Hotel Sultan pada Kamis pagi.
"Semua menginap. Iya besok membentuk barisan. Saksikan sajalah, seru. Besok kami akan mengerahkan semua tenaga kami untuk tidak dieksekusi," ujar Rio kepada wartawan di Hotel Sultan pada Rabu sore.
Baca juga: Simpatisan Bakal Menginap di Sekitar Hotel Sultan Jelang Eksekusi, Polisi-TNI Siaga
Rio yang merupakan General Affair Manager PT Indobuildco dan anggota Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) itu menyampaikan bahwa aksi simpatisan dilakukan untuk mencegah potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan.
Ia bilang akan ada 1.000 orang karyawan yang berpotensi terdampak PHK jika Hotel Sultan dieksekusi.
"Kalau ini kami enggak berjuang besok kami pasti mati, karena kami di-PHK. Nganggur, anak kami gimana mau sekolah?," tegasnya.
Rio menambahkan ratusan simpatisan sudah menggelar aksi demonstrasi di kawasan Patung Kuda pada Kamis siang.
Aksi tersebut menuntut kepada Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) untuk menunda eksekusi Hotel Sultan.
Rio bilang, perwakilan peserta aksi sudah diminta masuk ke Kantor Kemensetneg di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.
Baca juga: Mengintip Aktivitas Terkini di Hotel Sultan Jakarta H-1 Eksekusi, Sekelompok Pria Berkumpul
Hanya saja, mereka tidak ditemui oleh Mensesneg Prasetyo Hadi maupun perwakilan Kemensetneg.
Karenanya, Rio dan rekan-rekannya merasa kecewa.
"Kami tadi sebenarnya mau meminta kepada Mensesneg adakah hatinya lihat kami. Ada pesan sebenarnya yang ingin kami sampaikan kepada Bapak Mensesneg," ungkapnya.
Rio menyampaikan bahwa pihaknya sudah berbicara dengan Pontjo Sutowo selaku pemilik Hotel Sultan.