Allianz Indonesia: Premi Asuransi Naik Tiap Tahun, Ini Penyebabnya

bisnis.com
11 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT Asuransi Allianz Life Syariah Indonesia atau Allianz Indonesia menilai penyesuaian ulang (repricing) premi produk asuransi kesehatan adalah suatu hal yang tidak bisa dihindari dan akan terjadi hampir setiap tahun.

Head of Product Allianz Life Syariah Indonesia, Rina Triana mengatakan hal itu karena produk asuransi kesehatan sangat berkaitkan erat dengan biaya pelayanan kesehatan yang disediakan rumah sakit maupun fasilitas kesehatan lainnya.

“Setiap melakukan rencana repricing, kami selalu memikirkan ujung-ujungnya nasabah ya karena kami tuh pengennya nasabah tetap stay sama Allianz, supaya portofolio kita itu balance. Jadi kalau udah portofolio balance, otomatis juga repricing-nya tidak terlalu tinggi, tidak terlalu besar,” katanya dalam workshop daring Allianz dengan tema Menjaga Keberlanjutan perlindungan Kesehatan di Tengah Kenaikan Biaya Medis, Rabu (17/6/2026).

Rina berujar, supaya para pemegang polis tidak merasa terbebani dengan repricing, pihaknya memberikan alternatif solusi. Pertama, bisa pindah ke produk yang lebih affordable.

“Atau misalnya dia merasa ingin tetap di produk yang sama, bisa turunin coverage klaimnya. Jadi misalnya yang tadinya coverage-nya itu sampai Asia, sampai Jepang mungkin bisa sampai Malaysia saja,” ungkapnya.

Di sisi lain, untuk mencari solusi atas kenaikan biaya layanan kesehatan, perusahaan mencermati praktik yang diterapkan di berbagai negara berkembang maupun negara maju. Salah satu solusinya adalah merilis produk yang memiliki fitur risk sharing.

Baca Juga

  • AAJI Sebut Kenaikan Biaya Medis jadi Aral Penjualan Asuransi Kesehatan
  • Klaim Kesehatan Asuransi Jiwa Membengkak, Dipicu Inflasi Biaya Medis
  • Prudential Prediksi Klaim Kesehatan Terus Naik seiring Inflasi Biaya Medis

“Produk kami yang terbaru sudah ada namanya fitur risiko sendiri atau kita sebut namanya deductible. Jadi, sebagian biaya pelayanan kesehatan rawat inap yang terjadi itu ditanggung oleh nasabah,” bebernya.

Rina memastikan bahwa jumlah yang ditanggung pemegang polis tidak akan besar dan akan sangat terjangkau. Jadi, setiap pemegang polis dirawat inap akan ada batasan risiko sendiri yang harus bayarkan dalam satu tahun dan apabila nasabah sudah bayar, baru sisanya itu dibayarkan oleh Allianz. 

Lebih jauh, dia menilai asuransi kesehatan ke depannya tetap memiliki prospek yang baik meskipun dihadapkan tantangan seperti kenaikan inflasi medis. Menurutnya, ini karena asuransi kesehatan sudah dianggap masyarakat sebagai barang komoditi.

“Karena adanya BPJS Kesehatan jadi awareness masyarakat Indonesia terhadap produk asuransi kesehatan itu sudah seperti barang komoditi.  Jadi tanpa ditanya pun, mereka udah mengerti tentang asuransi kesehatan,” sebutnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kylian Mbappe jadi pencetak gol terbanyak Timnas Prancis
• 22 jam laluantaranews.com
thumb
Pencairan JHT Bisa Kena Pajak, Simak Skema dan Ketentuannya
• 7 jam laluliputan6.com
thumb
Elnusa Petrofin-Pertamina Patra Niaga Perkuat Keandalan Distribusi Aviation Fuel Nasional
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Rupiah Melemah ke Rp17.738 per Dolar AS, Investor Tunggu Keputusan The Fed
• 14 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Prabowo Ucap Terima Kasih ke Seluruh Pihak atas Kelancaran Ibadah Haji 2026
• 6 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.