Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan petugas tim gabungan hingga saat ini masih bersiaga di lapangan guna penanganan lanjutan dampak banjir yang melanda wilayah Kabupaten Aceh Barat, Aceh.
"Banjir berangsur surut, tetapi tim reaksi cepat dari BPBD masih berada di lokasi untuk melakukan penanganan lanjutan hingga pendataan terhadap kerugian materiil warga," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Rabu.
Menurut dia, tim petugas gabungan yang dikomandoi BPBD Aceh Barat tersebut juga mengerahkan armada perahu karet untuk proses evakuasi warga serta mendistribusikan bantuan logistik permakanan demi memenuhi kebutuhan dasar.
Pusat Pengendalian Operasi BNPB melaporkan hasil kaji cepat tercatat sedikitnya ada 130 unit rumah warga yang sempat terendam banjir dengan total 300 jiwa terdampak langsung oleh banjir, Senin (15/6).
Peristiwa bermula ketika debit air Sungai Krueng Woyla meluap melampaui tanggul pembatas karena tak mampu membendung tingginya intensitas hujan, hingga menggenangi kawasan permukiman penduduk di Gampong Alue Keumuneng, Kecamatan Woyla Barat.
BNPB pun memastikan sudah kondusif, namun menurut Abdul, masyarakat dan pemerintah daerah tetap diimbau untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap berbagai potensi ancaman bencana.
"Apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama, masyarakat khususnya yang berada dekat dengan daerah aliran sungai diimbau untuk segera memantau ketinggian muka air, apabila sudah melebihi batas aman, lakukan evakuasi mandiri, mengamankan barang berharga, dan dokumen penting lainnya," kata dia.
Baca juga: BPBD: Tiga desa di Aceh Barat mulai terendam banjir luapan
Baca juga: Kemenag mulai bangun MIN 05 Pidie Jaya yang hilang di terjang banjir
Baca juga: Karhutla di Aceh Barat kian meluas, bertambah jadi 34,1 ha
"Banjir berangsur surut, tetapi tim reaksi cepat dari BPBD masih berada di lokasi untuk melakukan penanganan lanjutan hingga pendataan terhadap kerugian materiil warga," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Rabu.
Menurut dia, tim petugas gabungan yang dikomandoi BPBD Aceh Barat tersebut juga mengerahkan armada perahu karet untuk proses evakuasi warga serta mendistribusikan bantuan logistik permakanan demi memenuhi kebutuhan dasar.
Pusat Pengendalian Operasi BNPB melaporkan hasil kaji cepat tercatat sedikitnya ada 130 unit rumah warga yang sempat terendam banjir dengan total 300 jiwa terdampak langsung oleh banjir, Senin (15/6).
Peristiwa bermula ketika debit air Sungai Krueng Woyla meluap melampaui tanggul pembatas karena tak mampu membendung tingginya intensitas hujan, hingga menggenangi kawasan permukiman penduduk di Gampong Alue Keumuneng, Kecamatan Woyla Barat.
BNPB pun memastikan sudah kondusif, namun menurut Abdul, masyarakat dan pemerintah daerah tetap diimbau untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap berbagai potensi ancaman bencana.
"Apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama, masyarakat khususnya yang berada dekat dengan daerah aliran sungai diimbau untuk segera memantau ketinggian muka air, apabila sudah melebihi batas aman, lakukan evakuasi mandiri, mengamankan barang berharga, dan dokumen penting lainnya," kata dia.
Baca juga: BPBD: Tiga desa di Aceh Barat mulai terendam banjir luapan
Baca juga: Kemenag mulai bangun MIN 05 Pidie Jaya yang hilang di terjang banjir
Baca juga: Karhutla di Aceh Barat kian meluas, bertambah jadi 34,1 ha





