OJK Berharap ke Investor Aktif Asing saat Passive Funds Berisiko Menguap US$13 Miliar

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membidik kembalinya investor asing, khususnya investor aktif (active funds), setelah adanya kabar arus keluar dana asing yang diperkirakan mencapai sekitar US$13 miliar akibat penyesuaian komposisi indeks MSCI. 

Seiring dengan hal tersebut, OJK menilai tekanan jual besar-besaran tersebut terutama berasal dari investor pasif (passive funds) yang telah menyelesaikan proses rebalancing pada akhir Mei 2026.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fauzi menjelaskan aksi jual bersih (net sell) asing pasca-index review MSCI pada Mei lalu didominasi oleh investor pasif yang menjadikan indeks tersebut sebagai acuan investasi.

Menurutnya, keluarnya sejumlah saham Indonesia dari MSCI Standard Index maupun MSCI Small Cap membuat pengelola dana pasif harus menyesuaikan portofolio dengan melepas saham-saham yang tidak lagi menjadi bagian dari indeks.

"Karena saham-saham itu keluar, tentu yang dilakukan adalah menata ulang atau rebalancing anggota sahamnya dengan menjual saham-saham yang tidak lagi masuk di dalam anggota indeks," ujar Hasan ketika ditemui di Gedung DPR, Rabu (17/6/2026). 

Baca Juga : OJK: Investor Tak Perlu Panik Jelang Pengumuman Review MSCI

Dia menambahkan, puncak aksi jual tersebut sebenarnya telah terjadi pada hari perdagangan terakhir Mei 2026 atau 29 Mei, bertepatan dengan berakhirnya periode rebalancing.

"Itu menandakan sudah keluarnya posisi investor pasif asing yang mengacu pada indeks MSCI mengikuti hasil index review MSCI di bulan Mei," katanya.

Hasan mengatakan OJK kini berupaya secara bertahap mengundang kembali partisipasi investor asing, terutama investor aktif yang berinvestasi berdasarkan prospek dan fundamental pasar.

Menurut dia, meskipun secara kumulatif sepanjang tahun (year to date) investor asing masih mencatatkan posisi jual bersih, aktivitas pembelian oleh investor asing tetap terjadi setiap hari di pasar domestik.

"Nah tentu kita secara bertahap ingin mengundang kembali partisipasi asing itu, terutama melalui investor aktif. Kalau kita lihat, setiap hari tidak hanya aksi jual, tetapi juga masih ada investor asing yang mencatatkan posisi beli," ujarnya.

Lebih lanjut, Hasan optimistis berbagai upaya reformasi yang dilakukan regulator, khususnya peningkatan transparansi pasar, akan mendapat pengakuan melalui hasil market accessibility review dan market classification review MSCI. 

Dia berharap hasil tersebut menjadi katalis bagi investor global untuk kembali meningkatkan eksposur di pasar modal Indonesia.

"Dengan perbaikan transparansi, kita harapkan akseptansi atas upaya reformasi itu terkonfirmasi melalui hasil review MSCI dan menjadi acuan bagi investor asing untuk secara selektif masuk kembali ke pasar modal kita," pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Makanan yang Cocok Dimakan Bersama Telur
• 22 jam lalubeautynesia.id
thumb
Ariyanti rasakan manfaat nyata JKN saat kaki mertua harus diamputasi
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
Alami Serangan Jantung, Kondisi Haji Bolot di ICU Diungkap Sahabat Dekatnya
• 21 jam lalugrid.id
thumb
Polri Ajukan Tambahan Anggaran Rp 66,1 Triliun untuk 2027
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Kepala BPJPH Sebut Nilai Ekonomi Halal RI Capai 26,7% PDB: Setara Rp 5.000 T
• 28 menit lalukumparan.com
Berhasil disimpan.