JAKARTA, DISWAY.ID-- Presiden Prabowo Subianto batal menghadiri konferensi tingkat tinggi (KTT) dan Asosiasi Negara-Negara Asia Tenggara (ASEAN) yang digelar di Kazan di Rusia barat daya pada 17-18 Juni.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan alasan presiden tak menghadiri KTT di Rusia yaitu karena kepala negara ingin fokus untuk diselesaikan di dalam negeri.
BACA JUGA:Luhut Targetkan Akhir 2026 Perlinsos Rampung, Penyaluran Bansos Cukup Pakai NIK dan Verifikasi Wajah
"Yang pertama tentu beliau memiliki pertimbangan tersendiri karena memang masih banyak hal yang beliau ingin fokus untuk diselesaikan di dalam negeri," kata Pras di Hambalang, Jawa Barat, Rabu, 17 Juni 2026.
Selain itu, Pras menyebut sejumlah isu juga telah didiskusikan saat bertemu dengan pemimpin tertinggi di ASEAN.
"Yang kedua juga dengan para pimpinan tinggi di negara-negara ASEAN beberapa waktu yang lalu juga beliau menghadiri di Filipina banyak juga yang sudah didiskusikan," ungkapnya.
BACA JUGA:Spesial HUT ke-499 Jakarta, Pemprov DKI Berlakukan Tarif Rp1 Rupiah Naik MRT, LRT, dan TransJakarta
"Termasuk kalau berkenaan dengan hubungan bilateral dengan negara sahabat terutama Rusia beberapa waktu yang lalu kan juga beliau sudah bertemu dengan Presiden Putin dan membicarakan banyak hal dan dari beberapa hal yang komitmen kerjasama juga sudah ada beberapa yang ditindaklanjuti secara teknis," sambungnya.
Diketahui, sejatinya Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri konferensi tingkat tinggi (KTT) dan Asosiasi Negara-Negara Asia Tenggara (ASEAN) yang digelar di Kazan di Rusia barat daya pada 17-18 Juni 2026.
Namun, kehadirannya itu diwakili oleh.Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono. Sugiono telah tiba di Kazan, Rusia pada Selasa, 17 Juni 2026 menjelang pelaksanaan KTT Rusia-ASEAN.
BACA JUGA:Lirik Lagu Iconic By Mistake - ILLIT, LE SSERAFIM dan KATSEYE, Kolaborasi Badas Girl Group HYBE!
Dilansir dari TASS pada Rabu (17/6/2026), konferensi tingkat tinggi (KTT) ini memperingati 35 tahun hubungan diplomatik antara kedua belah pihak.
Undangan telah dikirim ke 14 delegasi dari negara anggota dan mitra ASEAN. Lebih dari 8.000 tamu diharapkan hadir.
Pada 17 Juni, Presiden Rusia Vladimir Putin akan mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, dan Sultan Brunei Hassanal Bolkiah.
Pada 18 Juni, agenda utama KTT akan digelar. Para pemimpin akan melakukan sesi foto bersama, pertemuan pleno, dan diskusi tertutup tentang isu-isu internasional dan regional.





