REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Taj Yasin buka suara soal tak ada perwakilan Pemprov Jateng yang tak menemui massa mahasiswa ketika berdemonstrasi di depan Kantor Gubernur dan DPRD Jateng pada pekan lalu serta awal pekan ini. Dia menyebut tuntutan-tuntutan mahasiswa menjadi kewenangan pemerintah pusat.
"Kalau pemerintah Jawa Tengah sendiri, kita melihat aksi-aksi yang dilakukan oleh mahasiswa, kita petakan mana yang menjadi tuntutan untuk pemerintah di Provinsi Jawa Tengah, baik itu untuk eksekutifnya, untuk legislatifnya, apa yang perlu kita kawal, kita akan mengawal itu semua, kita akan mendengarkan semuanya. Dan sampai saat ini memang apa yang disuarakan oleh kawan-kawan ini sifatnya adalah untuk pemerintah pusat," kata Yasin ketika diwawancara di Kantor DPRD Jateng, Kota Semarang, Rabu (17/6/2026).
Baca Juga
Seribuan Mahasiswa Semarang Demo Suarakan Panca Tuntutan Rakyat
Singgung Indonesia Menuju Krisis, BEM Undip Nyatakan akan Lanjutkan Demo Pemerintah
Demo Kantor BI Jateng, BEM SI: Turut Berduka Cita Atas Matinya Rupiah
Kendati demikian, Yasin mengeklaim bahwa Pemprov Jateng tetap menampung aspirasi kalangan mahasiswa dan akan berupaya mengawal hal tersebut ke pemerintah pusat. "Di pusat sendiri, di Jakarta kan sudah disampaikan juga. Sebenarnya kita tinggal tunggu saja hasilnya bagaimana," ujarnya. Menurut Yasin, pemerintah pusat telah membuka ruang dialog dengan kelompok mahasiswa. "Kemarin Wapres juga sudah menerima (perwakilan mahasiswa), lalu hasil demo oleh pemerintah pusat juga sudah disikapi. Nah sikap dari pemerintah pusat ini, ya ini yang harus kita kritisi lagi, kita sikapi lagi," ucapnya. .rec-desc {padding: 7px !important;} Mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) berencana menggelar demonstrasi di depan Kantor Gubernur Jateng pada Rabu ini. Menanggapi hal itu, Yasin mempersilakan para mahasiswa untuk menyuarakan aspirasinya. "Imbuan kepada mahasiswa, sampaikan saja. Ruang-ruang publik kita buka, sehingga jangan karena demo itu biasanya perkumpulannya banyak, sehingga terprovokasi, hasilnya apa yang diinginkan malah tidak tersampai," kata Yasin.