Polisi Tangkap 45 Orang Sindikat Scamming Internasional di Surabaya, Didominasi WN China

rctiplus.com
9 jam lalu
Cover Berita
Polisi Tangkap 45 Orang Sindikat Scamming Internasional di Surabaya, Didominasi WN ChinaNasional | inews | Rabu, 17 Juni 2026 - 18:39

SURABAYA, iNews.id – Polrestabes Surabaya membongkar sindikat penipuan online (cyber scamming) jaringan internasional bermodus pemerasan. Korban dari kejahatan siber ini diduga telah mencapai ribuan orang yang seluruhnya merupakan warga negara asing (WNA) dengan latar belakang pengusaha sukses.

Dalam perkembangan terbaru, tim penyidik kembali menciduk satu tersangka tambahan yang bertindak sebagai koordinator wilayah. Penangkapan ini memperpanjang daftar hitam anggota komplotan lintas negara tersebut. 

Kasus kakap yang menjadi atensi ini ditangani secara intensif oleh Polrestabes Surabaya dengan menggandeng Interpol serta Kepolisian China dan Kepolisian Jepang. 

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan mengatakan, hasil pengembangan penyelidikan, jumlah pelaku yang ditangkap sebanyak 45 orang. Dari jumlah tersebut, 31 di antaranya merupakan warga Negara China. Sisanya, 7 orang berkewarganegaraan Taiwan dan 4 orang berkewarganegaraan Jepang. 

“Kami juga mengamankan 3 orang oknum WNI yang ikut membantu operasional sindikat di dalam negeri,” katanya, Rabu (17/6/2026). 

Baca Juga:Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah Serentak pada 27 Mei 2026

Berdasarkan hasil penelusuran digital dan analisis rekam jejak kejahatan, para pelaku diketahui menjalankan aksinya dari sejumlah markas sewaan di Surabaya. 

Kapolrestabes mengungkapkan, modus operandi yang digunakan tergolong sangat rapi dan intimidatif. Para pelaku menghubungi para korban di luar negeri dengan menyamar atau mengaku sebagai aparat kepolisian setempat. 

Dengan berbagai ancaman hukum palsu, mereka memeras para pengusaha sukses di negaranya masing-masing hingga meraup keuntungan ilegal yang fantastis. 

"Kasus ini terus kami kembangkan bersama jaringan kepolisian internasional karena korbannya diperkirakan mencapai ribuan orang di luar negeri. Satu tersangka baru yang kami amankan merupakan WNA asal China yang memiliki peran krusial sebagai koordinator wilayah untuk operasional di Solo, Bali, dan Surabaya," kata Kombes Pol Luthfie. 

Selain mengamankan puluhan tersangka, petugas gabungan juga menyita gudang barang bukti yang digunakan sebagai alat operasional mengeksekusi para korban dari jarak jauh.

Baca Juga:'Pesta Babi' dan Politik Identitas

Barang bukti yang berhasil disita dari tangan para tersangka meliputi puluhan unit handphone berbagai merek, puluhan unit laptop spek tinggi, router jaringan internet, serta sejumlah buku tabungan yang diduga kuat menjadi penampung uang hasil pemerasan.

Saat ini, seluruh tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Mapolrestabes Surabaya. Polisi masih terus berkoordinasi dengan pihak imigrasi dan kepolisian antarnegara untuk proses deportasi serta penanganan hukum lebih lanjut.

#jatim

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
DPR: Tata kelola hutan perlu dilakukan secara bertanggungjawab
• 14 jam laluantaranews.com
thumb
Gubernur Wayan Koster Mengusulkan Penambahan Trip Kapal Barang untuk Menekan Harga Kebutuhan Pokok di Nusa Penida
• 21 jam lalupantau.com
thumb
Asa Korsel Agar Trump Turun Tangan di Semenanjung Korea
• 7 jam laludetik.com
thumb
Prabowo Kumpulkan Menteri di Hambalang, Bahas Pelaksanaan Ibadah Haji
• 13 jam laluidxchannel.com
thumb
Menpora Erick Optimistis CdM Todotua Bawa RI Raih Hasil Positif di Asian Games
• 8 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.