G7 Sepakat Perkuat Pertahanan Udara Ukraina dan Tambah Sanksi Rusia

metrotvnews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Paris: Negara-negara anggota G7 sepakat memperkuat pertahanan udara Ukraina dan meningkatkan tekanan terhadap ekonomi Rusia melalui sanksi baru, termasuk di sektor minyak dan gas.

Kesepakatan tersebut diumumkan dalam pernyataan bersama para pemimpin G7 pada hari terakhir Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 di Prancis.

"Kami, para pemimpin G7, berdiri bersama dalam dukungan yang tak tergoyahkan terhadap Ukraina dalam mempertahankan kebebasan, kedaulatan, dan integritas wilayahnya," ujar pernyataan tersebut, seperti dikutip dari Al Jazeera, Rabu, 17 Juni 2026. Tambah Sistem Pertahanan Udara Dalam pernyataan itu, G7 berjanji mempercepat pengiriman sistem pertahanan udara, rudal pencegat, dan kemampuan serangan jarak jauh untuk membantu Ukraina menghadapi serangan Rusia.

Kelompok yang terdiri atas Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, Amerika Serikat, serta Uni Eropa itu juga membuka peluang untuk memberikan lisensi kepada Ukraina guna meningkatkan produksi peralatan militernya sendiri.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, yang menghadiri KTT tersebut, selama lebih dari setahun terakhir mendesak sekutunya agar mengizinkan Kyiv memproduksi rudal pencegat secara mandiri di tengah keterbatasan pasokan sistem pertahanan udara. G7 Siapkan Sanksi Tambahan untuk Rusia Selain bantuan militer, para pemimpin G7 juga menyatakan kesiapan meningkatkan tekanan terhadap ekonomi Rusia melalui sanksi tambahan.

Langkah tersebut dinilai lebih memungkinkan setelah tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran yang membuka kembali Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan energi terpenting di dunia.

"Kami berkomitmen meningkatkan tekanan terhadap ekonomi perang Rusia," kata para pemimpin G7 dalam pernyataan bersama.

Mereka menegaskan sanksi tambahan terhadap sektor minyak dan gas Rusia sedang dipertimbangkan sebagai bagian dari strategi untuk membatasi sumber pendanaan perang Moskow. Trump Dinilai Lebih Keras terhadap Rusia KTT kali ini juga menyoroti perubahan sikap Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap Rusia.

Perdana Menteri Kanada Mark Carney menilai Washington kini menunjukkan pendekatan yang lebih tegas dibanding sebelumnya.

"Terdapat perubahan posisi dari Amerika Serikat dan Presiden Trump. Menurut kami, pendekatan tersebut lebih keras terhadap Rusia dan lebih realistis terhadap situasi perang di lapangan," kata Carney kepada wartawan.

Trump sendiri mengatakan dirinya akan berupaya membantu penyelesaian konflik Rusia-Ukraina. "Rusia seharusnya membuat kesepakatan," kata Trump. Zelensky Sambut Komitmen G7 Zelensky menyambut hasil pertemuan tersebut dan menyebut Ukraina memperoleh komitmen penting dari negara-negara G7.

Menurutnya, bantuan yang dijanjikan mencakup tambahan rudal pertahanan udara, lisensi produksi sistem pertahanan, dukungan menghadapi musim dingin, serta peningkatan tekanan terhadap Rusia.

"Yang terpenting adalah semua yang telah dibahas harus dilaksanakan. Rusia harus memahami bahwa perang ini tidak akan pernah dianggap normal," tulis Zelenskyy melalui media sosial X.

Selain membahas Ukraina, para pemimpin G7 juga menyambut kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz serta menyerukan gencatan senjata yang kuat dan segera di Lebanon.

Pada sesi berikutnya, KTT G7 dijadwalkan membahas isu mineral kritis, ketidakseimbangan ekonomi global, dan perkembangan kecerdasan buatan (AI).

Baca juga:  Di KTT G7 Trump Secara Terbuka Kecam Netanyahu atas serangan 'kejam' di Beirut


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Merdeka Gold (EMAS) Direstui Investor Global untuk Rencana Pencatatan Saham di Bursa Hong Kong
• 15 jam laluidxchannel.com
thumb
Polusi Udara di Tangsel Kembali Jadi yang Terburuk, Warga Diimbau Pakai Masker
• 17 jam lalukatadata.co.id
thumb
Menpora Erick Thohir Buka Peluang Naturalisasi Atlet Cabor Selain Sepak Bola
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Kabar Gembira, Insentif Guru Madrasah Cair Akhir Juni
• 13 jam lalucelebesmedia.id
thumb
5 Torehan Epik Lionel Messi Usai Hattrick di Piala Dunia 2026, Nomor 3 Samai Rekor Legenda Jerman
• 15 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.