PURWAKARTA, iNews.id – Misteri kematian tragis Yogi Saleh, seorang pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta, Jawa Barat, terus didalami pihak kepolisian. Untuk mengungkap tabir di balik kasus ini, Tim Pusat Identifikasi (Pusident) Bareskrim Polri bersama Polda Jabar dan Polres Purwakarta menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) lanjutan, Rabu (17/6/2026) sore.
Petugas gabungan menyisir ulang setiap sudut rumah korban yang berlokasi di Jalan Patinggi Tiga, Kampung Karangsari, Desa Citalang, Kecamatan Purwakarta. Langkah ini dilakukan guna merangkai potongan teka-teki penyebab pasti tewasnya korban yang ditemukan bersimbah darah.
Guna mempercepat pengungkapan kasus, Satreskrim Polres Purwakarta bergerak cepat memeriksa orang-orang terdekat korban yang berada di pusaran aktivitas sebelum kejadian.
"Hingga sore ini, kami sudah memeriksa sedikitnya lima orang saksi. Mereka terdiri dari istri korban, mertua korban, serta tiga orang rekan kerja Yogi Saleh di Pemkab Purwakarta," kata Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP I Made Purwantara, Rabu (17/6/2026).
Baca Juga:Nekat Berhaji Pakai Visa Kerja, 89 Orang Ditunda Berangkat di Bandara SoettaYogi Saleh sebelumnya ditemukan meninggal dunia di dalam kamar rumahnya pada Minggu malam. Berdasarkan data kedokteran forensik, korban dipastikan mengalami kekerasan fatal sebelum mengembuskan napas terakhir.
Dari hasil autopsi sementara, polisi menemukan empat luka tusuk mematikan di tubuh korban tiga luka tusuk di bagian leher dan luka tusuk tepat di bagian ulu hati.
Dalam olah TKP lanjutan yang berlangsung ketat, tim Pusident Bareskrim Polri memberikan perhatian khusus pada struktur bangunan rumah korban. Polisi menemukan sebuah kejanggalan yang diduga kuat berkaitan dengan keberadaan pelaku.
Penyidik mendapati kondisi plafon rumah yang sudah dalam keadaan jebol. Tepat di bawah plafon yang rusak tersebut, ditemukan sebuah tangga yang masih berdiri tegak. Temuan ini langsung diamankan dan didalami secara intensif untuk menyusun kronologi masuk atau keluarnya orang asing ke dalam rumah.
Baca Juga:30 Ribu Jemaah Haji Indonesia Telah Diverifikasi di Bandara SoettaSelain memeriksa saksi, penyidik juga menyita dua unit telepon genggam (handphone), masing-masing milik korban dan milik istri korban. Kedua gawai tersebut langsung dikirim ke Tim Forensik Digital Polda Jawa Barat untuk diperiksa jejak digitalnya, termasuk riwayat percakapan terakhir.
Polisi Kejar Pelaku dan Dalami MotifHingga saat ini, area kediaman korban masih dipasangi garis polisi (police line) dan dijaga ketat oleh petugas. Penyidik gabungan menegaskan masih terus bekerja di lapangan untuk memburu pelaku utama serta mengungkap motif asli di balik pembunuhan sadis pejabat daerah ini.
Polisi mengimbau masyarakat luas agar tetap tenang, tidak berspekulasi liar di media sosial, dan memercayakan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada penyelidikan resmi kepolisian.




