Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan, PSAT Fokus Perkuat Armada dan Diversifikasi Bisnis

idxchannel.com
1 jam lalu
Cover Berita

Pertumbuhan pendapatan tersebut menunjukkan aktivitas operasional dan permintaan terhadap jasa perseroan tetap terjaga di tengah ketidakpastian kondisi pasar.

Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan, PSAT Fokus Perkuat Armada dan Diversifikasi Bisnis. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Emiten jasa transportasi laut yang berfokus pada pengangkutan komoditas bagi sektor pertambangan, PT Pancaran Samudera Transport Tbk (PSAT), mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp1,07 triliun pada 2025. Capaian ini meningkat sekitar 9,9 persen dibandingkan pendapatan 2024 yang sebesar Rp980 miliar.

"Sepanjang 2025, perseroan menghadapi tantangan perlambatan aktivitas industri maupun ekonomi global, dinamika industri pertambangan dan sektor energi yang turut memengaruhi aktivitas usaha," ujar Direktur Keuangan PSAT Wendi Arifin dalam paparan publik di Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Baca Juga:
Siapa Pemilik Saham PSAT? Emiten Angkutan Komoditas Tambang, Inilah Pengendalinya

Menurut Wendi, pertumbuhan pendapatan tersebut menunjukkan aktivitas operasional dan permintaan terhadap jasa perseroan tetap terjaga di tengah kondisi pasar yang penuh ketidakpastian. 

Di sisi lain, perseroan juga menghadapi peningkatan biaya operasional yang dipengaruhi oleh kenaikan harga bahan bakar serta penggunaan kapal sewa jangka pendek sebagai bagian dari strategi menjaga kontinuitas layanan kepada pelanggan.

Baca Juga:
Pancaran Samudera (PSAT) Jual Kapal Tug Boat, Ini Alasannya

Meski demikian, laba bersih perseroan tercatat Rp23 miliar, terkoreksi dibandingkan capaian Rp242 miliar pada 2024.

Baca Juga:
Pancaran Samudera (PSAT) Telah Habiskan Seluruh Dana IPO Rp193,3 Miliar

"Meskipun kondisi tersebut memberikan tekanan terhadap margin keuntungan perseroan, manajemen memandang langkah tersebut sebagai investasi operasional yang diperlukan untuk menjaga stabilitas layanan, mempertahankan hubungan dengan pelanggan, serta memastikan kesiapan perseroan dalam menangkap peluang pertumbuhan di masa mendatang," katanya.

Dia menerangkan, perseroan juga mencatatkan peningkatan total aset sebesar 12 persen menjadi Rp1,69 triliun dibandingkan Rp1,50 triliun pada 2024. Kenaikan tersebut didorong oleh bertambahnya aset tetap berupa kapal sebagai bagian dari upaya perseroan memperkuat armada dan meningkatkan kapasitas operasional.

“Peningkatan aset tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang Perseroan dalam memperkuat daya saing dan mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,” katanya.

Selain itu, total aset perseroan juga mengalami peningkatan jumlah aset menjadi Rp1,69 triliun, mencerminkan ekspansi usaha dan penguatan kapasitas operasional yang terus dilakukan perseroan.

Wendi menambahkan, pada 2026, perseroan akan memperkuat pertumbuhan melalui diversifikasi komoditas, perluasan wilayah pengiriman, dan pengembangan kerja sama dengan pelanggan baru.

"Perseroan juga akan terus meningkatkan kualitas layanan melalui penerapan CRM, digitalisasi operasional, efisiensi penggunaan sumber daya, serta penguatan tata kelola perusahaan yang baik (GCG) untuk mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan," ujar dia.

(Dhera Arizona)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BNPB Pastikan Tidak Ada Desa Terisolasi Pascagempa Sulteng, Warga Mengungsi dengan Tenda Mandiri
• 6 jam lalupantau.com
thumb
Anak Buah Bahlil Pastikan Harga Pertamax Turun Asal Satu Syarat Ini Terjadi
• 5 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Wabah Baru Mengganas di AS, Infeksi Parasit Naik Tajam
• 15 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
OJK Berharap ke Investor Aktif Asing saat Passive Funds Berisiko Menguap US$13 Miliar
• 5 jam lalubisnis.com
thumb
Foto: Produksi Ondel-Ondel Meningkat Jelang HUT Jakarta ke-499
• 10 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.