KTT ASEAN-Rusia, Pakar: Indonesia miliki kharisma jaga kerja sama

antaranews.com
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Kehadiran Indonesia dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-Rusia dinilai memiliki arti strategis bagi penguatan kemitraan karena Indonesia memiliki kharisma tersendiri menjaga kesinambungan dan stabilitas kerja sama ASEAN dengan Rusia di tengah dinamika geopolitik global.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh pakar Hubungan internasional Teuku Rezasyah, merujuk pada posisi Indonesia sebagai negara pendiri ASEAN sekaligus ekonomi dan populasi terbesar di kawasan.

“Kehadiran RI ke Rusia dalam konteks ASEAN-Rusia sangatlah penting. Sebagai pendiri ASEAN dengan ekonomi dan penduduk yang terbesar, RI memiliki kharisma tersendiri, sebagai penjamin mantapnya kerjasama ASEAN-Rusia,” katanya saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Rabu.

Akademisi Universitas Padjajaran tersebut menyampaikan bahwa kehadiran Indonesia dalam forum tersebut tidak hanya penting secara simbolis, tetapi juga memberikan manfaat konkret bagi pengembangan kerja sama bilateral maupun regional.

Indonesia dan Rusia saat ini telah memiliki dokumen Kemitraan Strategis Komprehensif (Comprehensive Strategic Partnership) yang disebut Reza, yang semua pencapaiannya dapat saling dikomunikasikan dalam dialog bilateral.

“Terutama sekali jika sudah menyangkut Asta Cita, Sustainable Development Goals (SDGs), dan upaya dukungan ASEAN-Rusia bagi perdamaian dan kerjasama dengan kawasan Timur Tengah,” sambungnya.

Selain memperkuat hubungan bilateral, pakar tersebut menyampaikan harapan agar Indonesia dapat mendorong lahirnya agenda bersama ASEAN-Rusia yang lebih terukur, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh seluruh negara anggota ASEAN.

“KTT ASEAN-Rusia hendaknya memiliki agenda bersama, yang dibuat secara sistematis dan terukur, hingga bermanfaat bagi semua anggota ASEAN, kecil hingga besar,” kata dia.

Melalui peran aktif Indonesia, forum ASEAN-Rusia diharapkan mampu menghasilkan langkah-langkah konkret yang memperkuat kerja sama ekonomi, pembangunan berkelanjutan, serta kontribusi terhadap stabilitas dan perdamaian kawasan maupun global.

Adapun kehadiran Indonesia di KTT ASEAN-Rusia yang berlangsung pada 17-19 Juni di Kazan, Rusia, diwakili oleh Menteri Luar Negeri Sugiono.

Menteri Sekretaris Negara yang juga Juru Bicara Presiden Prasetyo Hadi menjelaskan alasan Presiden Prabowo Subianto batal menghadiri agenda tersebut.

Prasetyo menyampaikan salah satu pertimbangannya karena Presiden Prabowo belum lama telah bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin, khususnya di Moskow pada 13 April 2026, kemudian juga telah bertemu sejumlah pemimpin negara-negara anggota ASEAN saat KTT ASEAN di Cebu, Filipina, pada 7-8 Mei 2026.

“Beliau (Bapak Presiden, red.) memiliki pertimbangan tersendiri karena memang masih banyak hal yang beliau ingin fokus untuk diselesaikan di dalam negeri,” kata Mensesneg menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui di area gerbang utama kediaman pribadi Prabowo, Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu.

Baca juga: Kazan perketat keamanan untuk delegasi KTT Rusia-ASEAN

Baca juga: PM Kamboja Hun Manet akan hadiri KTT Rusia-ASEAN

Baca juga: Istana jelaskan alasan Prabowo batal melawat ke Rusia pada pekan ini


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Podium MI: Libur Murah Kaum Menengah
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Digitalisasi Perlindungan Sosial Dikebut, Target Rampung Oktober atau November 2026
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Mensos soal Gempa Palu: Tim Sudah di Lapangan, Bangun Tenda Darurat-Logistik
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Warga Jogja Ikuti Tradisi Mubeng Beteng: Ritual Sunyi Tanpa Alas Kaki di Malam 1 Suro
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
1 Muharram, Jenderal Asal Soppeng Brigjen Faizal Jabat Wakapolda NTT
• 12 jam lalutribuntimur.com
Berhasil disimpan.