JEMBER, ERANASIONAL.COM – Bupati Jember Muhammad Fawait melantik Forum Komunikasi Pondok Pesantren dan Guru Ngaji di Pendapa Wahyawibawagraha. Lembaga baru ini menjadi ruang strategis untuk mempererat sinergi serta bertukar gagasan pembangunan.
Pertemuan tersebut menghadirkan tokoh lintas agama, pengasuh pesantren, guru ngaji, hingga organisasi kemasyarakatan. Para peserta mendiskusikan berbagai persoalan mulai isu kebangsaan hingga perkembangan ekonomi nasional.
“Hari ini pesantren dan guru ngaji menurut saya adalah benteng dari akhlak bangsa Indonesia,” ujar Bupati Jember Muhammad Fawait secara terbuka.
Gus Fawait menilai keberadaan pesantren memiliki posisi penting dalam menjaga moral masyarakat luas. Kemajuan teknologi informasi melalui media sosial saat ini mendominasi perubahan pola komunikasi publik.
“Ada upaya menggiring opini dan memengaruhi masyarakat untuk mencaci maki pemimpin kita. Ini harus disikapi dengan bijak,” kata Gus Fawait mengingatkan peserta.
Gus Fawait mengajak para tokoh agama melihat situasi nasional berdasarkan basis data faktual. Masyarakat tidak boleh mudah memercayai narasi negatif yang berkembang liar di ruang digital.
“Kalau berbicara nilai tukar rupiah, kondisi hari ini tidak bisa disamakan dengan tahun 1998. Faktanya tidak seperti itu,” pungkas Gus Fawait meluruskan informasi.
Pemerintah daerah meyakini fundamental ekonomi Indonesia saat ini masih menunjukkan kondisi yang relatif kuat. Cadangan devisa negara yang aman siap mendukung langkah Jember menuju swasembada pangan.





