JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua DPR sekaligus Ketua Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR Cucun Ahmad Syamsurijal mengatakan di era Presiden Prabowo Subianto, jemaah haji reguler berkesempatan menginap di hotel bintang lima di Tanah Suci.
Padahal, kata dia, selama ini mereka yang mendapatkan fasilitas hotel bintang lima hanyalah jemaah haji khusus yang membayar lebih mahal.
"Jemaah haji khusus itu sudah biasa nginap di hotel bintang lima. Tetapi ini jemaah reguler sekarang hampir 17.000 jemaah diinapkan di zona 1 di sekeliling Masjid Nabawi di Madinah, bisa diinapkan di hotel-hotel bintang lima," ujar Cucun di Hambalang, Bogor, Rabu (17/6/2026).
Baca juga: Pesan Prabowo saat Evaluasi Haji 2026: Pangkas Antrean Jemaah, Tingkatkan Koordinasi
Kondisi yang baik tersebut disambut para jemaah dengan rasa kagum.
"Sehingga kami mendengarkan testimoni dari para jemaah, 'Pak, kami enggak ngebayangkan diberikan hotel yang bagus seperti ini bisa melaksanakan ibadah haji di hotel bintang 5 yang tidak jauh dari masjid'," sambungnya.
Menu makanan lebih variatifSelain itu, Cucun juga mendapatkan testimoni dari para jemaah haji mengenai menu makanan yang lebih variatif.
Menurutnya, pada pelaksanaan haji sebelum-sebelumnya, makanan yang diberikan kepada jemaah haji hanya sebatas ayam dan kentang saja.
"Dan kontrak antara Kementerian Haji pelaksana tugas ini perdana luar biasa ya, kementerian baru perdana diberikan tugas, bisa melakukan negosiasi dengan para syarikah itu sehingga makanan bisa bervariasi, sehingga tidak ada kejenuhan," jelas Cucun.
Baca juga: Antrean Haji Dipangkas dari 40 Tahun Jadi 26 Tahun, Prabowo Minta Masa Tunggu Dikurangi Lagi
Cucun menyampaikan, nasi yang diberikan kepada jemaah haji juga tidak keras, melainkan pulen.
Dia menduga meningkatnya kualitas nasi bagi jemaah haji adalah karena berasnya diimpor dari Indonesia.
"Bahkan Bapak Presiden sampai lama, bagaimana terobosan-terobosan yang bagus. Saya bilang, 'Pak, ini tolong dipertahankan yang sudah bagus dan kita kelemahan-kelemahan tidak ada yang kurang, pasti ada, cuman catatan-catatan ini menekankan kepada kami semua sudah bagus'," imbuh Cucun.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




