Ini 5 Kompetensi yang Wajib Dimiliki Talenta Muda di Era AI

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Perkembangan teknologi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) telah mengubah cara organisasi bekerja, mengambil keputusan, dan mengelola informasi. Namun di tengah percepatan adopsi teknologi tersebut, penguasaan AI saja dinilai belum cukup untuk menjawab kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.

Direktur Digital Business Peruri Farah Fitria Rahmayati menjelaskan, AI telah menjadi bagian penting dalam berbagai proses bisnis modern, mulai dari analisis data hingga pengambilan keputusan yang lebih cepat dan akurat. Namun demikian, kemampuan manusia tetap menjadi faktor penentu dalam menghasilkan keputusan yang tepat dan bernilai.

“AI mampu membantu mempercepat proses analisis dan memberikan berbagai rekomendasi berbasis data. Namun pada akhirnya manusia tetap menjadi pihak yang menentukan bagaimana informasi tersebut digunakan untuk menyelesaikan permasalahan nyata. Karena itu, kemampuan berpikir kritis menjadi semakin penting di era AI,” ujar Farah dalam ajang BRAVO 500 Summit 2026 dikutip Kamis, 18 Juni 2026.

Menurutnya, kebutuhan industri saat ini juga mengalami perubahan yang signifikan. Jika sebelumnya dunia kerja lebih menekankan penguasaan teori dan pengetahuan teknis, kini perusahaan membutuhkan talenta yang mampu mengombinasikan pemanfaatan teknologi dengan kemampuan analitis dan penyelesaian masalah.

Baca Juga :

BP BUMN Arahkan Bank Himbara Fokus Biayai Hilirisasi dan UMKM


(Direktur Digital Business Peruri Farah Fitria Rahmayati? (kedua dari kiri. Foto: Dok istimewa) 5 kompetensi utama Peruri menilai terdapat lima kompetensi utama yang perlu dimiliki generasi muda yaitu:
  1. Data literacy.
  2. AI literacy.
  3. Digital product mindset.
  4. Security dan governance.
  5. Critical thinking dan problem solving. 
“Pengembangan kompetensi tersebut tidak dapat dilakukan hanya oleh dunia industri. Dibutuhkan kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah, institusi pendidikan, dan sektor swasta untuk menciptakan ekosistem pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan masa depan,” ujarnya.

Sebagai GovTech Indonesia, Peruri terus mendukung pengembangan ekosistem digital nasional melalui berbagai inovasi berbasis teknologi, data, dan keamanan digital. Melalui pemanfaatan AI serta integrasi data yang tepat, Peruri meyakini Indonesia memiliki peluang besar untuk menciptakan talenta digital unggul yang mampu bersaing di tingkat global sekaligus mendukung percepatan transformasi digital nasional.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK Periksa Pegawai PT PP dalam Kasus Korupsi Investasi PPT Energy Trading
• 18 jam lalujpnn.com
thumb
Tak Semeriah di Indonesia, WNI di Amerika Serikat Ungkap Harga Tiket Piala Dunia 2026 Bisa Capai Rp50 Juta: Mahal Benar
• 4 jam lalugrid.id
thumb
Ekonomi Nasional Bergairah, Pembiayaan Produktif BSI Naik 14 Persen
• 20 jam laludisway.id
thumb
Chandra Asri Tak Lagi Bergantung pada Petrokimia usai Akuisisi Aster
• 6 menit laluwartaekonomi.co.id
thumb
Foto: Hujan Deras Rendam Ratusan Rumah di Kota Jambi
• 1 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.