Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyebut, akan ada 93 gedung permanen siap digunakan untuk Sekolah Rakyat pada tahun ajaran baru 2026-2027 mendatang.
Sekolah Rakyat lainnya masih menggunakan gedung rintisan. Gedung rintisan merupakan gedung yang difungsikan untuk kepentingan lain, namun dipinjam untuk kepentingan Sekolah Rakyat.
“Bulan depan akan dimulai proses pembelajaran tahun 2026/2027. Ada yang masih tetap berada di sekolah rintisan, tapi ada sebagian lagi, 93 titik yang akan menggunakan gedung permanen sekolah rakyat,” ucap Gus Ipul usai Rapat Koordinasi Optimalisasi Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Rabu (17/6).
Meski demikian, 93 gedung permanen tersebut masih dalam proses pembangunan hingga kini.
Secara paralel, Gus Ipul menyebutkan akan membangun 11 gedung permanen lainnya.
“Jadi 93 ini sedang dalam proses pembangunan, nah ada tambahan lagi 11,” sebut Gus Ipul.
Namun, menurut Gus Ipul, pembangunan 11 gedung permanen tersebut sempat terhambat. Kata Gus Ipul, hal itu karena belum ada tender yang hendak membangunnya imbas letaknya berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
“Kenapa tambahan 11? Karena waktu lelang waktu itu belum ada pemenangnya. Mungkin karena di daerah-daerah yang terluar, di 3T, sehingga mungkin pembiayaannya lebih mahal ya,” tuturnya.
Oleh karena itu, tender ulang pun dilakukan. Pelaksanaannya dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum.
“Sehingga ada tender ulang oleh kementerian PU,” sebut Gus Ipul.
Dengan demikian, total ada 104 gedung permanen yang akan dibangun. Kata Gus Ipul, gedung ini terletak di berbagai provinsi di Indonesia.
“Dalam proses pembangunan ada 104 titik pembangunan. Ya 104 titik itu hampir ada di setiap provinsi,” tandasnya.





