JAKARTA, KOMPAS.TV — Isi dokumen bocoran kesepakatan sementara (interim agreement) antara Amerika Serikat (AS) dan Iran mengungkap sejumlah poin besar yang berpotensi mengubah dinamika konflik Timur Tengah.
Dalam draf tersebut, Teheran disebut akan mendapat akses kembali ke pasar minyak global, sementara Washington membuka peluang pencabutan sejumlah sanksi jika perundingan nuklir lanjutan berhasil.
Laporan eksklusif Associated Press (AP) pada Rabu (17/6/2026) menyebut dokumen memorandum of understanding (MoU) yang beredar itu secara umum sesuai dengan informasi yang diperoleh sejumlah pejabat yang mengetahui pembahasan tersebut.
Baca Juga: KTT G7 Prancis: Pemimpin Dunia Dukung Rencana Donald Trump Akhiri Perang Iran dan Buka Selat Hormuz
Namun, isi dokumen itu belum dipublikasikan secara resmi oleh Gedung Putih maupun pemerintah Iran.
Presiden AS Donald Trump juga masih menyampaikan keraguan terkait kepastian penandatanganan kesepakatan yang dijadwalkan berlangsung di Swiss pada Jumat (19/6/2026).
Iran Disebut Dapat Akses Minyak Bebas hingga Dana Rp5.300 TriliunSalah satu poin utama dalam draf kesepakatan tersebut adalah pemberian pengecualian sanksi (sanctions waiver) oleh AS yang memungkinkan Iran menjual minyak secara lebih bebas selama proses negosiasi lanjutan berlangsung.
Langkah ini dinilai sebagai kelonggaran besar karena selama ini ekspor minyak Iran dibatasi oleh sanksi Washington.
Menurut AP, kebijakan tersebut bahkan melampaui mekanisme dalam kesepakatan nuklir 2015 atau Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA).
Dalam perjanjian tersebut, pencabutan sanksi dilakukan setelah Iran memenuhi sejumlah kewajiban terkait pembatasan program nuklirnya.
Selain akses minyak, Iran juga disebut berpotensi memperoleh dana rekonstruksi sedikitnya 300 miliar dolar AS atau sekitar Rp5.300 triliun untuk pemulihan pascaperang.
Wakil Presiden AS, JD Vance sebelumnya menyebut investasi dari negara-negara Arab Teluk dapat menjadi sumber pendanaan tersebut.
Baca Juga: Ledakan Guncang Lebanon, Israel Lanjutkan Serangan Jelang Kesepakatan Damai AS-Iran di Swiss
Namun, Trump menegaskan, Amerika Serikat tidak akan memberikan kontribusi langsung untuk dana tersebut.
Jika kesepakatan final terkait program nuklir Iran tercapai dalam periode negosiasi 60 hari, AS juga disebut akan berupaya mengakhiri seluruh sanksi terhadap Teheran, termasuk sanksi Amerika Serikat dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Sanksi tersebut tidak hanya berkaitan dengan program nuklir, tetapi juga isu lain seperti program senjata dan pelanggaran hak asasi manusia (HAM).
Trump Ragu Kesepakatan akan DitandatanganiMeski menyebut dokumen itu sebagai kesepakatan yang "sangat kuat", tapi Trump belum memastikan proses penandatanganan akan berjalan sesuai jadwal.
Saat ditanya mengenai keyakinannya terhadap prosesi tersebut, Trump mengatakan: "Anda tidak pernah tahu dengan sebuah kesepakatan, bukan? Tapi Anda akan segera mengetahuinya."
Trump juga membuka kemungkinan untuk membatalkan kesepakatan tersebut apabila tidak sesuai dengan kepentingan Amerika Serikat.
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Deni-Muliya
Sumber : Associated Press
- kesepakatan AS Iran
- perang Iran Israel
- Donald Trump Iran
- Iran dapat 300 miliar dolar
- Selat Hormuz dibuka
- sanksi Iran dicabut





