Peserta JAKIM 2026 yang Meninggal Ternyata Baru Pertama Kali Ikut Half Marathon

kompas.com
21 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Peserta BTN Jakarta International Marathon (JAKIM) 2026, Agus Putranadi, warga Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, yang meninggal dunia usai mengikuti ajang lari pada Minggu (14/6/2026), ternyata baru pertama kali mengikuti kategori half marathon.

Medical Director BTN Jakarta International Marathon (JAKIM) 2026, dr Andhika Raspati, mengatakan informasi tersebut diperoleh tim medis setelah berkoordinasi dengan pihak keluarga dan rumah sakit saat proses penanganan korban.

"Informasi yang kami dapat, beliau ini memang pertama kali melakukan half marathon atau virgin half marathon," ujar Andhika saat dikonfirmasi Kompas.com melalui sambungan telepon, Rabu (17/6/2026).

Baca juga: Kondisi Terkini Andrie Yunus Diungkap KontraS, Masih Jalani Rawat Jalan dan Bersiap Operasi Mata

Meski demikian, Andhika menegaskan bahwa status Agus sebagai peserta yang baru pertama kali mengikuti half marathon bukan menjadi penyebab langsung kematiannya.

Berdasarkan diagnosis tim medis, korban diduga mengalami heat stroke yang kemudian berkembang menjadi kondisi lebih berat.

Andhika menjelaskan, Agus sempat collapse atau pingsan di dekat tenda medis sentral yang berada di area garis finis.

Tim medis kemudian langsung mengevakuasi korban ke tenda merah, yakni area penanganan pasien gawat darurat yang dilengkapi dokter spesialis anestesi, monitor pasien, dan peralatan setara mini intensive care unit (ICU).

"Begitu korban collapse, tim langsung mengevakuasi ke dalam tenda medis sentral," ujar Andhika.

Menurut dia, proses evakuasi dari lokasi korban menuju tenda medis hanya memakan waktu sekitar dua hingga tiga menit karena masih berada di area stadion.

Ia mengakui sempat terjadi jeda sebelum proses evakuasi dilakukan lantaran saat itu tim medis sedang menangani peserta lain yang juga mengalami kondisi darurat.

Setelah menjalani pemeriksaan di tenda medis, tim dokter menduga Agus mengalami heat stroke. Penanganan pertama yang dilakukan ialah menurunkan suhu tubuh korban menggunakan air es.

Baca juga: Lalu Lintas Depan Kampus UKI Cawang Sempat Macet Imbas Mahasiswa Demo Sambil Bakar Ban

"Alhamdulillah waktu itu suhunya bisa turun," kata Andhika.

Meski suhu tubuh korban berhasil diturunkan, kondisinya tidak kunjung membaik. Kesadarannya tidak kembali sehingga dokter spesialis anestesi memutuskan merujuk Agus ke Rumah Sakit Siloam.

"Sebelum diberangkatkan, korban sudah dipasang infus, diberikan oksigen, dan dipastikan dalam kondisi layak untuk ditransportasikan," ujarnya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Setibanya di rumah sakit, Agus mengalami henti jantung dan beberapa kali menjalani resusitasi jantung paru (RJP). Jantungnya sempat kembali berdetak, tetapi kemudian kembali berhenti.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hujan Gol, Inggris Bungkam Kroasia 4-2 di Stadion Arlington
• 13 jam lalueranasional.com
thumb
Mentan Menghadap Prabowo di Istana, Lapor Harga TBS Sawit Kembali Normal
• 5 jam laludetik.com
thumb
Ibu-Ibu Demo Minta MBG Dilanjutkan, Katanya Bantu Beban Orang Tua
• 16 jam lalujpnn.com
thumb
BGN Nilai Anggaran MBG Era Dadan Terlalu Besar: Akan Dibenahi Sebulan
• 25 menit lalukumparan.com
thumb
‎Jalani Pemeriksaan, Davina Karamoy Ungkap Awal Mula Kerja Sama dengan Hanania Travel
• 50 menit lalugrid.id
Berhasil disimpan.