Taiwan meluncurkan situs yang mengajak warga negara China untuk membocorkan informasi intelijen. China pun marah gara-gara aksi Taiwan itu.
Dilansir AFP, Rabu (17/6/2026), otoritas Taipei mengundang warga negara China 'yang memiliki nilai-nilai demokrasi yang sama' untuk bekerja sama dalam pelaporan tentang Beijing.
China mengklaim Taiwan yang memiliki pemerintahan demokratis sebagai bagian dari wilayah kedaulatannya. China juga mengancam akan menggunakan kekerasan untuk merebutnya.
Sementara, Taipei menuduh Beijing menggunakan spionase dan infiltrasi untuk melemahkan pertahanannya. Biro Keamanan Nasional Taiwan (NSB) kemudian memperkenalkan platform tersebut dengan video berdurasi satu menit yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan atau AI pada Senin (15/6).
Video tersebut menunjukkan seorang pegawai negeri sipil China sedangkan menyaksikan rekan-rekannya diberhentikan dan diselidiki.
"Mencerminkan suasana yang meluas bahwa semua orang berada dalam situasi tegang di bawah rezim totaliter China," demikian penggalan video promosi situs web yang diluncurkan NSB tersebut.
NSB mengklaim 'semakin banyak orang' menghubungi lembaga-lembaga di Taiwan dengan keinginan untuk memberikan berbagai jenis informasi. NSB juga mengklaim saluran pelaporan tersebut didasarkan pada 'praktik yang diadopsi oleh badan-badan intelijen di Amerika Serikat, Inggris, dan Israel'.
NSB menyebut pihaknya akan menyaring secara ketat, melakukan evaluasi dan menindaklanjuti pengajuan ke platform tersebut menggunakan teknologi.
(haf/haf)





