Bogor, VIVA – Tren fashion boleh terus berubah, tetapi tidak semua gaya cocok untuk semua orang. Hal inilah yang disoroti konten kreator sekaligus dosen fashion, Dino Augusto.
Menurut Dino, banyak orang terlalu fokus mengikuti tren tanpa memahami bentuk tubuh mereka sendiri. Padahal, mengenali siluet tubuh menjadi langkah penting sebelum menentukan gaya berpakaian.
“Terbaiknya itu satu yang Anda harus cek adalah siluet tubuh. Nah, ini kadang-kadang orang suka nggak ngaca nih,” ujar Dino Augusto saat sesi talkshow DUST di Mall Living World Cibubur, Bogor, Jawa Barat, baru-baru ini.
Ia mencontohkan bagaimana sebuah tren belum tentu cocok dipakai semua orang. Model rok balon misalnya, menurut Dino, akan terlihat berbeda tergantung bentuk tubuh pemakainya.
“Ini ada artis-artis, wah si ini pakai begini nih, rok ballon cocok banget. Iya siluet tubuhnya gitar Spanyol. Gitar Spanyol ditambah ballon, jadi parasut,” katanya sambil berkelakar.
Dino menjelaskan, memahami proporsi tubuh seperti bentuk pundak, panjang torso, area pinggul, hingga bentuk tubuh secara keseluruhan dapat membantu seseorang menemukan gaya yang paling sesuai. Bahkan menurutnya, saat ini teknologi AI bisa membantu mengenali siluet tubuh dan rekomendasi model pakaian yang tepat.
“Ada yang cocok pakai rok A, ada yang cocok pakai rok sepan, ada yang cocok pakai Sabrina, ada yang cocok pakai V. Itu semua bisa dipelajari dan itu semua ilmu sebenarnya,” lanjutnya.
Dalam pandangannya, tren fashion sejatinya akan terus berulang. Karena itu, seseorang tidak perlu selalu membeli pakaian baru demi terlihat mengikuti zaman.
“Jeans itu jujur mulai balik lagi ke cutbray loh. Jamannya Wulan Guritno masih gadis,” ujar Dino.
“Gen Z sekarang bahkan minjem baju mamanya, baju neneknya, bahkan baju opanya. Karena trend itu akan recycle terus,” sambungnya.
Ia pun menilai, kunci tampil stylish bukan sekadar memakai item yang sedang viral, melainkan bagaimana seseorang mampu menyesuaikannya dengan karakter dan bentuk tubuh masing-masing.
“Tidak harus baru bajunya, tetapi dicocokkan. Di-mix and match dengan trend saat ini,” katanya.





