Melirik Kinerja dan Arah Program Prioritas Kementerian di Era Prabowo

cnbcindonesia.com
10 jam lalu
Cover Berita
Foto: dok Economic Update 2026

Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah dinamika ketidakpastian global dan tantangan dari dalam negeri, Indonesia di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto membidik pertumbuhan ekonomi nasional yang cukup ambisius yakni 8% pada 2029. Target tersebut tercermin dari sederet program prioritas berbagai kementerian terkait percepatan investasi, peningkatan ketahanan energi dan pangan, hingga transformasi digital.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa pernah mengungkapkan bahwa strategi pemerintah untuk mencapai pertumbuhan ekonomi nasional 8% pada 2029 antara lain mendorong kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan yang selaras dan saling menguatkan.

Selain itu, pemerintah juga mengakselerasikan investasi bernilai tambah tinggi yang berorientasi ekspor dan mendorong peran BPI Danantara untuk percepatan investasi yang produktif pada sektor strategis. Tak hanya itu, investasi jangka panjang untuk leverage aset negara juga terus diperkuat melalui peningkatan partisipasi investor global.


"Koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter terus diperkuat untuk memastikan kebijakan fiskal dan moneter berjalan selaras tanpa menimbulkan crowding out effect, sehingga stabilitas ekonomi dan pasar keuangan dapat dijaga untuk menopang pertumbuhan ekonomi," terangnya, dikutip Senin (15/6/2026).

Lantas, kebijakan fiskal pada tahun depan akan diarahkan untuk mendorong perekonomian nasional tumbuh lebih tinggi, serta sejahtera lebih cepat. Dari situ, pemerintah optimis perekonomian Indonesia dapat tumbuh lebih cepat yang kemudian akan berdampak signifikan pada peningkatan kesejahteraan rakyat.

Kendati demikian, target pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8% tidak mungkin dicapai hanya melalui peningkatan belanja negara. Di sini, tiap kementerian memiliki peran krusial sebagai motor penggerak ekonomi melalui wewenangnya dalam merumuskan kebijakan, regulasi, hingga pengawasan sesuai sektornya masing-masing.

Sinergi antar kementerian jelas dibutuhkan untuk menyukseskan program-program prioritas pemerintah secara keseluruhan sekaligus mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional.

Untuk mengulas hal itu secara komprehensif, CNBC Indonesia dengan bangga menghadirkan Economic Update 2026 dengan tema "Capaian Kinerja dan Arah Penguatan Program Prioritas Kementerian". Acara tersebut rencananya akan diselenggarakan secara langsung mulai 22 Juni- 3 Juli 2026 mendatang.

Economic Update 2026 diharapkan bisa menjadi ruang diskusi yang memberikan gambaran ringkas mengenai capaian kinerja program prioritas kementerian dalam konteks dinamika ekonomi terkini, sekaligus mengulas arah penguatan kebijakan ke depan. Pembahasan difokuskan pada sejauh mana program yang dijalankan mampu mendorong pertumbuhan, meningkatkan efisiensi, serta menjawab tantangan struktural yang dihadapi.

Selain itu, update ini juga menyoroti langkah strategis yang akan diambil untuk memperkuat dampak program, memastikan keberlanjutan, dan menjaga relevansi kebijakan terhadap kebutuhan ekonomi yang terus berkembang.

Jadi, jangan lupa saksikan Economic Update 2026 live hanya di CNBC Indonesia TV dan cnbcindonesia.com. Pantau terus cnbcindonesia.com dan CNBC Indonesia TV untuk update informasi seputar ekonomi dan bisnis.


(dpu/dpu) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: DPR & Menkeu Sepakati Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN 2027

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menyoal Relaksasi Produksi Batu Bara Kala Ketegangan Global Mereda
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Kuasa Hukum Sebut Total Kerugian Korban Hanania Travel Capai Rp 35 Miliar
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Video: Harga TBS Turun Sambut PT DSI, 2 Juta Petani Sawit Merugi
• 2 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Krisis Empati di Era Digital: Mengapa Kita Semakin Sulit Hadir untuk Sesama?
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
30 Ribu Calon Manajer Kopdes Ikut Latihan Militer, Ini Penjelasan Kemhan
• 3 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.