Isi memorandum of understanding (MoU) rahasia antara Amerika Serikat (AS) dan Iran mulai terungkap ke publik. Media Israel, Channel 12 membocorkan dua belas poin utama dalam dokumen yang disebut akan menjadi fondasi perdamaian baru di Timur Tengah.
Dikutip Kamis (18/6), Dokumen itu sebelumnya disebut memuat 14 poin, namun laporan terbaru menyebut hanya terdapat 12 poin utama yang akan menjadi dasar negosiasi lebih luas antara Washington dan Teheran.
Baca Juga: FIFA Istimewakan Amerika, Trump Diberi Lampu Hijau untuk Ikut Momen Angkat Trofi di Piala Dunia 2026
Salah satu poin terpenting dalam memorandum tersebut adalah penghentian pertempuran di seluruh kawasan, termasuk Lebanon. Selain itu, Iran kembali menegaskan komitmennya untuk tidak mengembangkan atau memperoleh senjata nuklir.
Namun, dokumen itu tidak mewajibkan Iran menghancurkan atau menurunkan kadar persediaan uranium yang telah diperkaya. Persoalan mengenai pengayaan uranium dan kebutuhan program nuklir sipil Iran justru akan dibahas lebih lanjut dalam masa negosiasi selama 60 hari setelah penandatanganan resmi di Swiss pada 19 Juni 2026.
Dokumen tersebut juga menyebutkan bahwa status quo program nuklir Iran akan dipertahankan selama masa negosiasi berlangsung. Dengan kata lain, program nuklir Iran belum dihentikan sepenuhnya.
Selain isu nuklir, memorandum tersebut mengatur pencabutan blokade angkatan laut AS terhadap Iran dan penghentian sementara penerapan sanksi baru.
Washington juga disebut tidak akan mengirim tambahan pasukan ke kawasan selama proses negosiasi berlangsung.
Poin lain yang menarik perhatian adalah pemberian tanggung jawab kepada Iran untuk menjamin jalur aman dan bebas bea bagi kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz selama 60 hari.
Selama periode itu, Iran, Oman dan negara-negara Teluk juga akan merundingkan tata kelola baru terkait pelayaran dan keamanan maritim di perairan strategis tersebut.
Dokumen yang bocor juga menyebutkan bahwa AS akan mencairkan sebagian aset Iran yang selama ini dibekukan. Apabila kesepakatan akhir tercapai, Washington disebut akan menarik pasukannya dari kawasan dalam waktu 30 hari dan mencabut seluruh sanksi terhadap Teheran.
Hingga kini, Gedung Putih belum memverifikasi rincian yang dilaporkan Channel 12. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump sebelumnya menyatakan bahwa detail kesepakatan baru akan diumumkan setelah upacara penandatanganan resmi berlangsung di Swiss.
Adapun Israel sendiri memandang perpanjian kedua negara tersebut sebagai sesuatu yang negatif karena pihaknya merasa ditinggalkan oleh Amerika Serikat.
Baca Juga: 'Ini Plot Teroris,' Amerika Dikejutkan Upaya Pembunuhan Trump di Perayaan Ultahnya ke-80
Menurut Tel Aviv, kesepakatan damai tersebut berarti meninggalkan negara mereka dengan pihak yang masih menjadi ancaman terhadap kelangsungan hidup dari Israel.





