JAKARTA, KOMPAS.TV - Juru Bicara Partai Gerindra, Andre Rosiade, menegaskan pemerintah telah mengambil sejumlah langkah untuk mencegah kebocoran dan penyimpangan dalam pelaksanaan MBG.
Selain itu, selama masa libur sekolah operasional dapur juga dihentikan sementara.
Andre juga menegaskan insentif yang sebelumnya tetap diberikan saat operasional berhenti kini sudah tidak lagi berlaku. Langkah berikutnya adalah audit menyeluruh terhadap tata kelola program.
Menurut Andre, tujuan dasar MBG tetap relevan karena berkaitan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum PAN, Eddy Soeparno, menilai masa moratorium harus dimanfaatkan untuk menyempurnakan sistem pelaksanaan MBG.
Eddy mengusulkan model hybrid, yakni pelaksanaan program dapat dilakukan baik melalui sekolah maupun SPPG.
Menurutnya, penyaluran langsung melalui sekolah saja berpotensi menimbulkan persoalan baru. Selain itu, ia menilai program harus mampu menggerakkan ekonomi lokal.
Menurut Eddy, jika nantinya dilakukan penambahan penerima atau fasilitas baru, seluruh proses harus berbasis kebutuhan yang jelas.
Namun pandangan berbeda disampaikan MBG Watch, Media Wahyudi Askar. Ia mengaku kesulitan mencari lembaga yang benar-benar independen untuk menerima laporan masyarakat terkait pelaksanaan MBG.
Media menilai konflik kepentingan menjadi persoalan utama yang harus diselesaikan. Maka, ia berharap Presiden Prabowo mendengar langsung aspirasi masyarakat sipil.
"Pak dengan segala kerendahan hati, hentikan dulu MBG ini,” katanya.
Menurutnya, keberlanjutan program sangat bergantung pada siapa yang menjadi pelaksana di lapangan.
"Kalau seandainya yang melakukan tetap ormas-ormas, parpol, yayasan yang punya konflik kepentingan, kita nggak akan kemana-mana,” ujar Media.
Bagaimana menurut Anda?
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/PwPM3-CDZPI
#mbg #makanbergizigratis #prabowo
Penulis : Elisabeth-Widya-Suharini
Sumber : Kompas TV
- bgn
- mbg
- korupsi
- mbg watch
- prabowo





