Perencanaan Keuangan Jangka Panjang Jadi Kunci Hadapi Inflasi Medis

metrotvnews.com
11 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Kenaikan biaya kesehatan atau inflasi medis menjadi tantangan bagi masyarakat Indonesia. Laporan MMB Asia Health Trends 2026 mencatat tingkat inflasi medis di Indonesia diproyeksikan mencapai 17,8 persen pada 2026. Kondisi ini membuat masyarakat perlu semakin memahami faktor-faktor yang mendorong kenaikan biaya medis, termasuk tingginya biaya penanganan penyakit kritis, seperti penyakit jantung, agar dapat mempersiapkan perlindungan kesehatan dan keuangan jangka panjang secara lebih baik.

Allianz Indonesia mengajak masyarakat memahami kenaikan biaya kesehatan tidak hanya dipengaruhi oleh inflasi secara umum, tetapi juga oleh meningkatnya biaya tindakan medis, penggunaan teknologi kesehatan yang semakin canggih, harga alat kesehatan, hingga faktor ekonomi makro seperti kebutuhan terhadap produk impor.
  Tantangan biaya medis yang perlu dipahami
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Bayushi Eka Putra menjelaskan penyakit tidak menular masih menjadi salah satu tantangan kesehatan utama di Indonesia. Salah satunya adalah penyakit jantung yang kini semakin banyak ditemukan pada kelompok usia produktif. Menurut dia, kondisi ini dipengaruhi berbagai faktor risiko, seperti hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, obesitas, kurang aktivitas fisik, tingkat stres tinggi, pola makan tidak sehat, hingga kebiasaan merokok.

Lebih lanjut, Bayushi menekankan penanganan penyakit jantung juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit, mulai dari pemeriksaan awal, tindakan medis, penggunaan alat kesehatan, hingga terapi obat-obatan lanjutan. Risiko penyakit jantung bukan hanya berdampak pada kondisi kesehatan pasien, tetapi juga dapat memberikan tekanan finansial yang signifikan bagi individu maupun keluarga.
 

Baca Juga :

Wajib Tahu, Ada Hal yang Tidak Bisa Dijamin BPJS Kesehatan



Head of Product Allianz Life Syariah Indonesia Rina Triana. Foto: dok Allianz.


"Banyak faktor risiko penyakit jantung sebenarnya dapat dicegah dan dikendalikan sejak dini. Namun, ketika risiko terjadi, penanganannya sering kali membutuhkan tindakan yang kompleks dan biaya yang tidak sedikit. Oleh karena itu, kesadaran untuk menerapkan gaya hidup sehat, melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, mengenali faktor-faktor risiko yang dimiliki, serta mempersiapkan perlindungan kesehatan menjadi sangat penting," ujar Bayushi dalam workshop "Menjaga Keberlanjutan Perlindungan Kesehatan di Tengah Kenaikan Biaya Medis", Rabu, 17 Juni 2026.

Ia menambahkan, kemajuan teknologi medis membantu meningkatkan kualitas diagnosis dan pengobatan. Dengan teknologi yang berkembang, dokter dapat melakukan deteksi lebih dini, menentukan tindakan medis yang tepat, dan meningkatkan hasil perawatan pasien. Namun di sisi lain, hal ini juga turut memengaruhi biaya layanan atau perawatan kesehatan.

Menurut Bayushi, penyakit kritis tidak hanya memengaruhi kondisi kesehatan, tetapi juga dapat berdampak produktivitas, kualitas hidup, dan kondisi finansial yang signifikan. Oleh karena itu, upaya pencegahan, penanganan sejak dini, dan kesiapan perlindungan kesehatan sangat perlu diperhatikan.
  Menjaga keberlanjutan perlindungan kesehatan
Dari perspektif industri asuransi, Head of Product Allianz Life Syariah Indonesia Rina Triana menjelaskan meningkatnya biaya medis merupakan tantangan yang tengah dihadapi oleh seluruh ekosistem kesehatan, termasuk asuransi. Selain dipengaruhi inflasi dan perkembangan perawatan medis, tekanan terhadap biaya kesehatan juga dipengaruhi oleh dinamika ekonomi makro. Penurunan rupiah dapat turut memengaruhi biaya layanan kesehatan, mengingat sebagian komponen obat dan alat kesehatan di Indonesia masih bergantung pada impor.

Berdasarkan data Allianz Indonesia, rata-rata biaya perawatan berbagai penyakit kritis pada periode 2020-2025 meningkat signifikan, seperti biaya perawatan penyakit jantung meningkat hingga 219 persen, kanker 179 persen, dan stroke 169 persen. Sepanjang 2025, Allianz Life dan Allianz Syariah telah membayarkan total klaim dan manfaat sebesar Rp6,3 triliun, dengan Rp3,7 triliun di antaranya merupakan klaim kesehatan.

"Ketika biaya layanan kesehatan terus meningkat, tantangannya bukan hanya menjaga masyarakat dapat memperoleh akses terhadap layanan yang berkualitas saat ini, tetapi juga memastikan perlindungan kesehatan tetap relevan dan dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan dalam jangka panjang," ujar Rina.

Ia menjelaskan, penyesuaian di industri asuransi kesehatan merupakan bagian dari upaya untuk menjaga kecukupan manfaat dan keberlanjutan perlindungan, agar nasabah tetap dapat memperoleh akses terhadap layanan kesehatan yang dibutuhkan di tengah dinamika biaya medis yang terus berubah.

Menurut dia, perlindungan kesehatan perlu dipandang sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang. Penyakit kritis dapat berdampak tidak hanya pada biaya rawat inap, tetapi juga biaya pemulihan, pengobatan lanjutan, serta tindak lanjut medis dalam jangka panjang.

"Ke depan, tantangannya bukan hanya menghadirkan perlindungan kesehatan yang relevan dengan kebutuhan saat ini, tetapi juga memastikan manfaatnya tetap berkelanjutan di tengah perubahan lanskap kesehatan. Saat risiko kesehatan dan biaya perawatan terus meningkat, perlindungan kesehatan menjadi semakin penting sebagai bagian dari perencanaan jangka panjang keluarga. Untuk itu, dibutuhkan pemahaman dan kesiapan yang lebih baik agar masyarakat dapat terus memperoleh akses pada layanan kesehatan yang dibutuhkan tanpa mengorbankan kestabilan finansial di masa depan," jelas Rina.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Banggar DPR Setujui Asumsi Makro KEM-PPKF 2027, Target Lifting Migas Naik
• 19 jam laluidxchannel.com
thumb
Lalu Lintas Depan Kampus UKI Cawang Sempat Macet Usai Mahasiswa Demo Sambil Bakar Ban
• 16 jam lalukompas.com
thumb
Senat Universitas Riau Tetapkan Bakal Calon Rektor UNRI Periode 2026–2030
• 15 jam lalubisnis.com
thumb
Ayah di Karawang yang Cabuli Anak-KDRT Istri hingga Tularkan Sifilis Ditangkap
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
BBM Naik, Polri Minta Anggarannya Ditambah Rp66,1 Triliun untuk 2027
• 22 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.