Hadapi Kemarau 2026, Pemkot Palembang Optimalkan Tim Terpadu Karhutla

metrotvnews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Palembang: Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, Sumatra Selatan mengoptimalkan tim terpadu pencegahan serta penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menghadapi musim kemarau 2026.

"Optimalisasi tim terpadu karhutla yang beranggotakan unsur Pemkot Palembang, TNI, Polri, dan elemen masyarakat itu sebagai tindakan antisipasi terjadinya karhutla yang dapat menimbulkan kerusakan lingkungan, gangguan aktivitas serta kesehatan masyarakat," kata Wali Kota Palembang Ratu Dewa, di Palembang, Rabu, 17 Juni 2026, melansir Antara.

Untuk mendukung kegiatan tim terpadu itu, pihaknya menyiapkan peralatan serta perlengkapan pencegahan dan pengendalian kebakaran seperti mobil tanki air, ambulans, mobil pemadam api, pompa jinjing, dan lainnya. Wilayah Kota Palembang memiliki 18 kecamatan dari jumlah itu 10 kecamatan di antaranya tergolong rawan terjadi karhutla.

Wali Kota Palembang Ratu Dewa. ANTARA/M Imam Pramana

Berdasarkan data pada musim kemarau beberapa tahun terakhir, kecamatan yang tergolong rawan terjadi karhutla seperti Kecamatan Jakabaring, Kertapati, Alang-alang Lebar, Sukarami, dan Kecamatan Gandus.

"Mengacu dengan data tahun sebelumnya, kecamatan tersebut menjadi atensi pencegahan dan penanggulangan karhutla tanpa menyampingkan kecamatan lainnya," ujar Wali Kota.

Baca Juga :

1.500 Titik Panas Terdeteksi di Sumsel hingga Pertengahan Juni 2026
Sebelumnya Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel M Iqbal Alisyabana menjelaskan menghadapi musim kemarau pada 2026, pihaknya mulai meningkatkan kesiapsiagaan personel serta peralatan pendukung.

Selain itu pihaknya mengajukan permintaan dukungan 10 unit helikopter kepada BNPB untuk mengoptimalkan kegiatan penanganan karhutla di daerah rawan yang sulit dijangkau dari darat.

Berdasarkan data tahun-tahun sebelumnya ada 12 kabupaten/kota di wilayah provinsi ini tergolong rawan karhutla, yakni Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Banyuasin, Musi Banyuasin, dan Muara Enim. Kemudian Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (Pali), Lahat, Ogan Komering Ulu (OKU), OKU Timur, OKU Selatan, Musi Rawas, dan Musi Rawas Utara, jelas Iqbal.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
LIF & Actxa Luncurkan Core Smart Ring, Wellness Tracker Canggih Berfitur AI
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Penerimaan OJK Diproyeksikan Tembus Rp 9,22 Triliun pada 2027
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Bantuan Lanjutan Hampir Rp1 Triliun Disalurkan ke Sumatra
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Kejati Geledah Kantor Disdik Sulsel Terkait Dugaan Korupsi Perpustakaan Digital
• 9 jam lalubisnis.com
thumb
Harga Batu Bara Acuan (HBA) Periode II Juni 2026 Membara, Tertinggi US$123,91 per Ton
• 18 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.