Pantau - Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyatakan pemerintah membuka peluang naturalisasi atlet untuk seluruh cabang olahraga sebagai strategi meningkatkan prestasi Indonesia di tingkat internasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Erick Thohir dalam rapat kerja bersama Menteri Hukum dan Komisi XIII DPR RI yang membahas permohonan pemberian kewarganegaraan Indonesia kepada dua atlet sepak bola, yakni Luke Anthony Vickery dan Mitchell Lee Baker.
Ia mengungkapkan, "Selama warga diaspora memang punya jiwa Merah Putih, baik di sepak bola, renang, maupun cabang-cabang olahraga lainnya, kami membuka diri."
Naturalisasi Dinilai Jadi Langkah StrategisMenurut Erick Thohir, globalisasi dalam dunia olahraga merupakan fenomena yang tidak dapat dihindari sehingga naturalisasi menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kualitas atlet nasional dan memperkuat daya saing Indonesia di berbagai ajang internasional.
Ia menjelaskan kebijakan tersebut juga diterapkan banyak negara untuk mendongkrak prestasi olahraga nasional.
Erick mencontohkan Jepang yang memiliki Zion Suzuki, pemain berdarah Jepang-Ghana yang membela tim nasional Jepang di Piala Dunia 2026.
Selain itu, Jepang juga memiliki Rui Hachimura yang berkompetisi di NBA serta Naomi Osaka yang memperkuat Jepang di berbagai turnamen internasional.
Ia juga menyinggung China yang berhasil memperoleh prestasi melalui atlet Eileen Gu pada Olimpiade Musim Dingin.
Erick menegaskan bahwa naturalisasi bukan hanya dilakukan Indonesia terhadap atlet diaspora.
Menurutnya, sejumlah atlet Indonesia juga pernah dinaturalisasi negara lain untuk memperkuat tim nasional mereka.
Mia Audina diketahui menjadi warga negara Belanda dan meraih medali perak Olimpiade Athena 2004 untuk negara tersebut.
Sementara itu, Tony Gunawan dinaturalisasi untuk memperkuat tim nasional Amerika Serikat.
Kontribusi Atlet Diaspora dan Pembinaan Akar RumputErick menjelaskan Indonesia telah merasakan kontribusi atlet diaspora di berbagai cabang olahraga di luar sepak bola.
Masniari Wolf tercatat meraih tiga medali emas SEA Games pada 2021, 2023, dan 2025 untuk Indonesia.
Felix Viktor Iberle juga berhasil menyumbangkan medali emas bagi Indonesia.
Selain itu, Ni Wayan Malana Fairbrother menjadi salah satu atlet muda potensial yang memperkuat Indonesia.
Erick menegaskan kebijakan naturalisasi harus berjalan seiring dengan pembinaan atlet nasional dari tingkat akar rumput.
Ia mengatakan, "Potensi-potensi seperti inilah yang menjadi alasan kami membuka diri terhadap naturalisasi, tanpa cabang-cabang olahraga melupakan pembangunan dari tingkat akar rumput (grassroots)."
Pemerintah menilai naturalisasi atlet dapat menjadi salah satu instrumen untuk meningkatkan prestasi olahraga nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam persaingan olahraga internasional tanpa mengesampingkan pembinaan atlet lokal secara berkelanjutan.




