Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) melibatkan masyarakat adat dalam upaya penanggulangan degradasi lahan dengan cara mempelajari kearifan lokal dan mengimplementasikan agar lingkungan Indonesia lestari.
Menurut Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) KLH Rasio Ridho Sani, saat ini pihaknya menyiapkan langkah-langkah yang disebut sebagai pertobatan ekologis nasional, sebagai bentuk kesadaran bersama dan respons terhadap krisis dan kerusakan lingkungan.
Advertisement
"Semua pihak dalam rangka Hari Penanggulangan Degradasi Lahan dan Kekeringan Sedunia yang diperingati setiap 17 Juni, perlu berpartisipasi dalam gerakan ini," ujar Ridho, melansir Antara, Rabu (17/6/2026).
"Selamat Hari Penanggulangan Degradasi Lahan. Bahwa kami sekarang ini sedang melakukan upaya langkah-langkah ini, seperti yang disampaikan oleh Pak Menteri. Pak Menteri mengingatkan ke kita semua, atas kerusakan lingkungan yang terjadi saat ini," sambung dia.
Pihaknya mengadakan Kick Off Meeting Penyusunan Peta Jalan Perlindungan dan Pemajuan Kearifan Lokal dalam Konservasi Keanekaragaman Hayati dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
"Hal itu sebagai kesempatan belajar dari masyarakat adat tentang kearifan lokal mereka dalam menjaga lingkungan agar lestari. KLH mengapresiasi peran masyarakat adat yang telah mempertahankan kelestarian alam sejak sebelum Indonesia merdeka," papar Ridho.




