Bus Shalawat Haji Beroperasi hingga 21 Juni 2026, Tetap Layani Jemaah 24 Jam di Makkah

bisnis.com
9 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, MAKKAH — Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memastikan bus shalawat tetap beroperasi 24 jam hingga jemaah haji terakhir meninggalkan Makkah pada Sabtu (21/6/2026).

Kepala Bidang Transportasi PPIH Arab Saudi, Syarif Rahman, mengatakan bahwa seluruh jemaah haji Gelombang I telah dipulangkan ke Indonesia. Sementara itu, jemaah Gelombang II secara bertahap terus diberangkatkan menuju Madinah sebelum kembali ke Tanah Air.

Meskipun jumlah jemaah terus berkurang, layanan transportasi menuju Masjidilharam tetap dipertahankan.

“Layanan bus shalawat untuk salat lima waktu ke Masjidilharam maupun untuk mendukung tawaf wada jemaah tetap terlayani sampai kloter terakhir di Makkah pada 21 Juni 2026,” ujar Syarif kepada tim Media Center Haji (MCH) di Makkah, dikutip pada Rabu (17/6/2026).

Menurut dia, pada masa puncak operasional haji, PPIH mengoperasikan 458 unit bus shalawat. Jumlah tersebut kini disesuaikan dengan jumlah jemaah yang masih berada di Makkah.

Kendati demikian, sebanyak 52 unit bus tetap disiagakan hingga hari terakhir operasional Makkah.

Baca Juga

  • Kemenhaj Laporkan 20 Poin Perbaikan Penyelenggaraan Haji 2026
  • Haji Khusus Bebas dari Visa Ilegal, Tak Ada Jemaah Pakai Visa Ziarah maupun Amil
  • Jemaah Haji Indonesia Mulai Pulang dari Madinah, 48% Sudah Kembali ke Indonesia

Syarif menegaskan bahwa pengurangan jumlah armada tidak berdampak terhadap jam operasional layanan. Bus shalawat tetap beroperasi selama 24 jam penuh sebagaimana saat masa puncak haji.

Dengan demikian, jemaah masih dapat memanfaatkan layanan transportasi gratis tersebut untuk beribadah ke Masjidilharam kapan saja.

“Sampai nanti terakhir layanan transportasi shalawat masih beroperasi 24 jam. Jemaah yang masih tersisa di Makkah masih bisa menggunakan layanan sebagaimana pada puncak haji. Mereka bisa melaksanakan salat wajib, salat sunah, maupun aktivitas ibadah lainnya ke Masjidilharam,” ujarnya.

PPIH juga memastikan armada tetap tersedia hingga pergantian hari terakhir operasional Makkah.

“Bahkan sampai akhir nanti tanggal 21 Juni, kami masih menyiapkan 52 unit sampai pukul 00.00 waktu Arab Saudi,” katanya.

PPIH sebelumnya memastikan layanan bus shalawat tetap tersedia hingga seluruh jemaah meninggalkan Makkah. Kebijakan itu dilakukan untuk mendukung aktivitas ibadah jemaah menjelang keberangkatan ke Madinah.

Syarif turut menanggapi keluhan sebagian jemaah yang merasa waktu tunggu bus shalawat menjadi lebih lama dibandingkan sebelumnya.

Menurut dia, secara operasional tidak ada perubahan signifikan pada pola pelayanan. Bus tetap beroperasi secara shuttle dari hotel menuju terminal utama yang melayani akses ke Masjidilharam.

Dia menyebut rata-rata waktu tunggu jemaah masih berada dalam batas normal.

“Kita paling lama rata-rata menunggu sekitar 20 menit. Bahkan menjelang Magrib, Isya, Subuh maupun saat jemaah pulang dari Masjidilharam, bus bisa datang setiap dua menit sekali,” katanya.

Menurut Syarif, persepsi waktu tunggu yang lebih lama kemungkinan muncul karena jumlah jemaah yang semakin sedikit sehingga aktivitas di halte tidak seramai sebelumnya.

Dua Rute Dihentikan

Seiring pergeseran jemaah ke Madinah, PPIH juga melakukan penyesuaian terhadap sejumlah halte dan rute bus shalawat.

Hingga pertengahan Juni, terdapat dua rute yang telah dihentikan karena seluruh jemaah yang dilayani sudah meninggalkan Makkah.

Rute tersebut adalah Rute 14 yang melayani kawasan Al Hidayah Tower menuju Terminal Jabal Ka’bah dan Rute 22 yang melayani kawasan Syisyah menuju Terminal Syib Amir.

Meski demikian, petugas dari kedua rute tersebut tidak dikurangi, melainkan dipindahkan ke halte lain yang masih aktif melayani jemaah.

“Sesungguhnya kami ingin memastikan layanan shalawat tidak berkurang sama sekali. Kalau jumlah bus memang menyesuaikan jumlah jemaah, tetapi layanan tetap berjalan sampai akhir jemaah berada di Makkah pada 21 Juni 2026,” ujar Syarif.

PPIH juga memastikan bahwa armada khusus untuk jemaah lansia dan penyandang disabilitas tetap tersedia hingga akhir operasional Makkah.

Menurut Syarif, setiap rute masih dilengkapi layanan bus hidrolik yang dapat digunakan sesuai kebutuhan jemaah.

“Bus lansia tetap kita hitung sesuai jumlah kebutuhan. Setiap rute pasti tersedia. Untuk jemaah lansia dan disabilitas selalu siap setiap saat,” katanya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Stasiun Gambir akan Direnovasi, Bisa Layani Penumpang KRL
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Polisi Siapkan Reward ke Jukir Perempuan di Brebes Gagalkan Perampokan Rp 3,6 M
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
KTT G7: Trump Sebut Akan Mengupayakan Akhir Perang Rusia–Ukraina dan Konflik Israel–Lebanon
• 3 jam laluerabaru.net
thumb
Aktris Bollywood Preity Zinta Resmi Ajukan Gugatan terhadap Google dan Meta Terkait Konten AI
• 1 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Susunan pemain Portugal vs Kongo: Ronaldo, Bruno, Bernardo starter
• 9 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.