JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dampak El Nino yang diperkirakan masih bertahan hingga awal tahun 2027.
Peringatan ini disampaikan seiring prediksi musim kemarau 2026 yang diperkirakan lebih kering dan lebih panjang dibandingkan kondisi normal.
Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengungkapkan bahwa peluang El Nino mencapai kategori moderat mencapai 98 persen, bahkan berpotensi mencapai kategori kuat dengan peluang sebesar 62 persen.
Melalui rilis BMKG pada 10 Juni 2026, dampak fenomena tersebut diperkirakan akan dirasakan Indonesia saat memasuki puncak musim kemarau hingga pertengahan Oktober 2026.
El Nino merupakan fenomena pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur yang dapat memengaruhi pola cuaca global.
Baca Juga: Peringatan Dini BMKG Besok 18-19 Juni 2026, Mana Saja Wilayah yang Masih Berpotensi Hujan?
Di Indonesia, El Nino umumnya menyebabkan curah hujan berkurang, musim kemarau menjadi lebih panjang, serta meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan maupun lahan.
Dengan kondisi tersebut, BMKG meminta berbagai sektor untuk melakukan langkah antisipasi sejak dini guna mengurangi dampak yang mungkin terjadi.
Pada sektor pangan, petani disarankan menyesuaikan jadwal tanam dengan kondisi iklim yang lebih kering.
BMKG juga merekomendasikan penggunaan varietas tanaman yang membutuhkan lebih sedikit air, memiliki ketahanan terhadap kekeringan, serta memiliki masa tanam yang lebih singkat.
Penulis : Dian Nita Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- el nino
- dampak el nino
- bmkg





