Baru IPO, WBSA Siapkan Akuisisi Rp215 Miliar Ekspansi Logistik Laut

bisnis.com
8 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT BSA Logistics Indonesia Tbk. (WBSA) bersiap mengakuisisi PT Bermuda Inovasi Logistik (BIL) senilai Rp215 miliar untuk ekspansi bisnis logistik multimoda dan transportasi.

Akuisisi menggunakan dana IPO tersebut akan dilakukan dengan mengambil alih 191.250 saham atau setara 99,99% kepemilikan BIL dari PT Bermuda Nusantara Logistik (BNL).

Berdasarkan keterbukaan informasi perseroan, transaksi akan dibiayai menggunakan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) WBSA. Nilai transaksi mencapai lebih dari 50% ekuitas perseroan sehingga masuk kategori transaksi material sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Manajemen WBSA menjelaskan akuisisi tersebut bertujuan memperkuat posisi perusahaan sebagai penyedia layanan logistik multimoda terintegrasi.

Melalui akuisisi BIL, perseroan akan memperoleh akses yang lebih luas ke sektor pertambangan dan komoditas hulu yang memiliki kebutuhan logistik dalam volume besar serta prospek pertumbuhan jangka panjang yang dinilai menjanjikan.

Selain memperluas penetrasi pasar, penggabungan bisnis juga diharapkan mampu mendiversifikasi basis pelanggan dan mengurangi ketergantungan terhadap sejumlah pelanggan utama.

Baca Juga

  • Baru Gunakan Rp20,6 Miliar Dana IPO, BSA Logistik (WBSA) Kantongi Amunisi Rp281 Miliar
  • Prospek Emiten Logistik Usai WBSA Resmi Listing di Bursa
  • Mengukur Daya Serap Investor di Saham IPO Usai Pencatatan Perdana WBSA

Perseroan menilai kombinasi pelanggan dan wilayah operasi kedua perusahaan dapat menciptakan komposisi pendapatan yang lebih seimbang di berbagai sektor industri.

Dari sisi operasional, integrasi dengan BIL diproyeksikan menghasilkan efisiensi biaya transportasi, meningkatkan utilisasi armada, memperkuat koordinasi antarmoda, serta mengurangi ketergantungan terhadap penyedia jasa eksternal.

Sinergi tersebut dinilai dapat meningkatkan daya saing WBSA dalam industri logistik business-to-business (B2B) yang semakin menuntut layanan terpadu dari hulu hingga hilir.

BIL merupakan perusahaan holding yang memiliki kepemilikan hampir penuh pada PT Beruang Maritim Indonesia (BMI), operator yang bergerak di bidang angkutan laut domestik untuk barang khusus dan jasa penunjang pertambangan.

Secara finansial, BIL membukukan pendapatan bersih Rp980,15 miliar pada periode sejak pendirian perusahaan pada Maret 2025 hingga akhir tahun 2025. Meski demikian, perusahaan masih mencatat rugi bersih sebesar Rp4,57 miliar dengan total aset mencapai Rp576,46 miliar dan ekuitas Rp187,07 miliar.

Penilai independen KJPP Kusnanto & Rekan menaksir nilai pasar 99,99% saham BIL sebesar Rp222,68 miliar. Dengan demikian, harga transaksi Rp215 miliar berada sekitar 3,45% di bawah nilai pasar dan dinilai wajar dari sisi keuangan.

Menurut laporan pendapat kewajaran, transaksi tersebut berpotensi memperbaiki struktur keuangan konsolidasi WBSA. Setelah akuisisi efektif, rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio/DER) perseroan diproyeksikan turun dari 191,55% menjadi 173,52%.

Meski mengandung unsur transaksi afiliasi karena adanya kesamaan pihak pengendali dan pengurus antara WBSA dan BNL, perseroan menegaskan transaksi tidak mengandung benturan kepentingan dan telah memperoleh persetujuan dari sejumlah kreditur, termasuk PT Bank OCBC NISP Tbk., PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., dan PT Bank Maybank Indonesia Tbk.

Untuk merealisasikan akuisisi tersebut, WBSA akan terlebih dahulu meminta persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 19 Juni 2026.

Adapun daftar pemegang saham (recording date) yang berhak menghadiri rapat ditetapkan pada 12 Mei 2026, sementara pemanggilan RUPSLB telah dilakukan pada 13 Mei 2026.

AKSI IPO

WBSA resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 April 2026. Perseroan melepas sebanyak 1,8 miliar saham baru atau setara 20,75% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

Pada masa bookbuilding 25–27 Maret 2026, WBSA menawarkan saham di kisaran Rp150-Rp170 per saham. Perseroan kemudian menetapkan harga penawaran final sebesar Rp168 per saham. Dengan harga tersebut, WBSA berhasil menghimpun dana sekitar Rp302,4 miliar dari pasar modal.

Rencananya mayoritas dana IPO direncanakan untuk mendukung ekspansi usaha. Sebesar Rp215 miliar dialokasikan untuk mengakuisisi 99,99% saham PT Bermuda Inovasi Logistik (BIL), sedangkan sisanya digunakan sebagai modal kerja guna memperkuat operasional dan layanan logistik multimoda.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Allianz Indonesia: Premi Asuransi Naik Tiap Tahun, Ini Penyebabnya
• 22 jam lalubisnis.com
thumb
RI Impor 90% Bawang Putih, Kementan Targetkan Swasembada dalam 3 Tahun Lewat Strategi Ini
• 19 jam lalumatamata.com
thumb
Bukan Soal Jumlah ASN, Kita Keliru Mengukur Kebutuhan Mereka
• 42 menit lalukumparan.com
thumb
Breaking! IHSG Lanjut Merosot 2% Lebih
• 5 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Ketua STIK: Polisi Wasit Demokrasi, Harus Pintar dan Netral
• 22 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.