Dugaan Betrand Peto Ditampar Tante Memanas, KPAI Sarankan Lapor Polisi

tvonenews.com
3 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Kasus dugaan kekerasan yang menyeret nama Betrand Peto kian memanas setelah putra sulung Ruben Onsu dan Sarwendah itu mengungkap dugaan tekanan psikis dan tindakan fisik yang dialaminya. 

Betrand Peto disebut mendapat perlakuan tersebut dari seorang kerabat dekat yang disebutnya sebagai "tante", yang diduga merupakan adik dari Sarwendah.

Pengakuan Betrand Peto tersebut sontak memicu perhatian luas dari publik, hingga akhirnya Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) ikut buka suara.

Sebelum pernyataan dari pihak lain mencuat, Betrand Peto sempat membuat unggahan Instagram Story pada Sabtu, 13 Juni 2026, yang menyinggung pihak yang disebutnya sebagai "tante". 

Dalam unggahan itu, Betrand Peto menyebut adanya ancaman pelaporan ke KPAI oleh ayahnya, Ruben Onsu. 

Dalam unggahan lain, Betrand Peto juga membantah anggapan bahwa Ruben Onsu pernah melakukan kekerasan, sembari mempertanyakan balik dugaan tamparan yang justru dialaminya sendiri.

"Ayah tidak pernah menampar Onyo. Tante, coba jelaskan, kenapa tampar Onyo? Please, jujur, ayolah, tante yang sudah buat kami hancur, dan sekarang aku tidak takut untuk manusia serakah," tulis Onyo.

Merespons unggahan tersebut, KPAI menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan terhadap anak adalah sesuatu yang tidak dapat dibenarkan. 

Wakil Ketua KPAI, Jastra Putra, menyampaikan hal ini dalam tayangan YouTube Intens Investigasi, Rabu (17/6/2026).

"Kalau memang ada dugaan kekerasan kepada Ananda, ya tentu tidak boleh dibenarkan. Tentu kami mendorong kepada orang tua untuk segera melaporkan kepada kepolisian terkait dugaan kekerasan tersebut," ucap Jastra Putra.

Ia menambahkan, pihak kepolisian nantinya yang akan membuktikan ada atau tidaknya fakta dan bukti dari dugaan kekerasan yang dilakukan oleh sang tante terhadap Betrand Peto. 

Menurutnya, informasi awal dapat didalami langsung dari pengakuan Betrand Peto sebagai pihak yang mengalami kekerasan tersebut.

"Namun, kami tentu meminta kepolisian, kalau memang ini dilaporkan, atau polisi bisa secara jemput bola untuk mendalami terkait dugaan kekerasan ini. Karena bagaimanapun juga, siapa pun itu tidak dibenarkan untuk melakukan kekerasan terhadap anak," tegas Jastra Putra.

Sebelumnya, Nanda Persada, mantan manajer Sarwendah, juga ikut menanggapi pernyataan Betrand Peto soal dugaan tekanan psikis dan kekerasan fisik yang dialaminya. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hasil Babak 1 Inggris vs Kroasia: Saling Balas Gol, Empat Gol Tercipta di 45 Menit
• 6 jam lalumedcom.id
thumb
Begini Cara Nonton Ronaldo di Piala Dunia 2026 Gratis dan Tanpa VPN
• 9 jam laluviva.co.id
thumb
Mineral kritis akan jadi penentu daya saing ekonomi global
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
Berlaku 1 Juli 2026, Kebijakan B50 Bantu Hemat Devisa Hingga Rp157 Triliun
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Prabowo Panggil Menteri dan Wamenhaj ke Hambalang, Ada Apa?
• 19 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.