Harga Emas Ambruk 2% Dihantam The Fed, Trump Muncul Jadi Penyelamat

cnbcindonesia.com
9 jam lalu
Cover Berita
Foto: Reuters

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas dan perak berbalik melemah setelah bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) memberi sinyal kenaikan pada akhir tahun ini.

Namun, kesepakatan damai Iran vs AS membuat harga emas membaik pada hari ini.

Merujuk Refinitiv, harga emas pada perdagangan Rabu (17/6/2026) ditutup di posisi US$ 4257,68 per troy ons atau ambruk 1,7% atau hampir 2%.

Pelemahan ini mengakhiri tren positifnya yang melonjak 6,3% dalam empat hari beruntun.

Harga emas membaik pada hari ini. Pada Kamis (18/6/2026) pukul 06.16 WIB, harga emas menguat 0,52% ke US$ 4279,71 per troy ons.



Meski emas kerap dianggap sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, suku bunga yang tinggi biasanya menekan daya tarik logam mulia karena tidak memberikan imbal hasil.

Harga emas spot bahkan sempat menyentuh level terendah dalam lebih dari enam bulan pada pekan lalu setelah kekhawatiran inflasi akibat konflik Iran meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga.

Di sisi lain, kabar baik dari perang membuat harga emas menguat.

Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Rabu (17/6/2026) menandatangani memorandum of understanding (MoU) yang bertujuan mengakhiri perang antara kedua negara, menurut seorang pejabat AS kepada Reuters.

Pejabat tersebut menjelaskan bahwa dokumen itu sebelumnya telah ditandatangani secara digital pada Minggu lalu oleh Wakil Presiden AS JD Vance dan kepala negosiator Iran Mohammad Baqer Qalibaf, serta disaksikan oleh Trump. Penandatanganan terbaru oleh Trump dan Pezeshkian menjadi langkah formal untuk memperkuat kesepakatan tersebut.


Penandatanganan tersebut menjadi langkah resmi terbaru dalam upaya menghentikan konflik yang telah berlangsung hampir empat bulan. Sebelumnya, dokumen yang sama telah ditandatangani secara digital oleh perwakilan kedua negara dan kini diperkuat dengan tanda tangan langsung dari Trump.

Dengan berakhirnya perang maka inflasi diperkirakan melandai sehingga The Fed sedikit mengurangi pandangan hawkishnya sehingga ada peluang emas untuk naik lagi.


(mae/mae) Add as a preferred
source on Google

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prajogo Pangestu Borong 6,8 Juta Saham BREN
• 9 jam lalubisnis.com
thumb
PDIP Respons PKB: Sikap Politik Kami Diputuskan Kongres, Bukan Partai Lain
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Gibran Janji Benahi Tata Kelola MBG dan Kopdes Merah Putih
• 20 jam laluliputan6.com
thumb
Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polres Bogor Bangun 8 Unit Rumah ASRI Tahap II
• 8 jam laludetik.com
thumb
Timnas Voli Indonesia Siap Berjuang di India dan Thailand, Ini Targetnya
• 17 jam laluberitajatim.com
Berhasil disimpan.