Musisi Desak Boikot Suno, Musik AI Dituding Gerus Royalti dan Banjiri Platform Streaming

medcom.id
9 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Perdebatan mengenai musik buatan kecerdasan buatan atau AI generated music kembali memanas. 
 
Sekelompok seniman dan aktivis yang tergabung dalam organisasi Artists For An Ethical and Sustainable Internet meluncurkan kampanye bertajuk Say No To Suno, yang secara terbuka menentang model bisnis platform pembuat musik AI, Suno.
 
Dikutip dari laporan situs MusicRadar.com, kampanye tersebut diawali dengan surat terbuka yang menyoroti dampak semakin masifnya produksi lagu berbasis AI terhadap industri musik global. 

Dalam dokumen itu, kelompok tersebut menilai ledakan musik generatif berpotensi merugikan musisi dan pencipta lagu yang selama ini menjadi fondasi industri musik.
  Suno Disebut Menghasilkan 7 Juta Lagu AI per Hari Salah satu sorotan utama dalam kampanye tersebut adalah skala produksi konten yang dihasilkan Suno.
 
Menurut kelompok tersebut, platform AI itu saat ini mampu menghasilkan sekitar 7 juta lagu baru setiap hari. Jumlah tersebut dinilai jauh melampaui kapasitas produksi musik konvensional dan berpotensi memenuhi layanan streaming dengan konten yang kualitasnya beragam.
 
Mereka bahkan menyebut sebagian besar lagu tersebut sebagai "AI slop", istilah yang digunakan untuk menggambarkan konten generatif yang diproduksi secara massal namun memiliki nilai artistik yang dipertanyakan.
 
Kekhawatiran tersebut bukan tanpa dasar. Platform streaming musik Deezer sebelumnya mengungkap bahwa sebagian besar lagu AI yang diunggah ke layanannya terindikasi sebagai konten spam atau unggahan yang dibuat untuk memanfaatkan sistem distribusi musik digital.
  Royalti Musisi Dinilai Terancam Kelompok Artists For An Ethical and Sustainable Internet menilai persoalan terbesar bukan hanya soal jumlah lagu AI yang terus bertambah.
 
Mereka menuduh model AI seperti Suno dilatih menggunakan karya musisi manusia tanpa izin yang jelas. Akibatnya, lagu-lagu baru yang dihasilkan AI dianggap memperoleh manfaat dari karya kreator asli tanpa memberikan kompensasi yang sepadan.
 
Dalam surat terbuka tersebut, mereka menyebut praktik tersebut sebagai bentuk eksploitasi terhadap "harta karun musik dunia" yang telah dibangun selama puluhan tahun oleh para musisi.
 
Menurut mereka, semakin banyak lagu AI yang masuk ke platform streaming, semakin besar pula potensi berkurangnya distribusi royalti kepada musisi dan pencipta lagu yang menghasilkan karya orisinal.
  Suno Sebut AI Membuka Akses Kreativitas Di sisi lain, Suno memiliki pandangan berbeda. Chief Music Officer Suno, Paul Sinclair, sebelumnya menyatakan bahwa teknologi AI memungkinkan lebih banyak orang mengekspresikan kreativitas mereka melalui musik.
 
Menurut Sinclair, platform seperti Suno dapat memberdayakan miliaran pengguna untuk membuat dan bereksperimen dengan musik tanpa harus memiliki kemampuan teknis atau akses ke studio profesional.
 
Ia juga pernah mengkritik sistem hak cipta tradisional yang dianggap terlalu membatasi akses masyarakat terhadap kreativitas.
 
Namun argumen tersebut ditolak oleh kelompok musisi yang terlibat dalam kampanye Say No To Suno. Mereka menilai perlindungan hak cipta justru diperlukan untuk memastikan para kreator tetap memperoleh penghargaan dan imbalan atas karya yang mereka hasilkan.
  Industri Musik Hadapi Persimpangan Baru Kontroversi ini muncul ketika industri musik global masih berupaya menentukan batasan penggunaan AI generatif.
 
Suno sendiri masih menghadapi sengketa hukum dengan sejumlah label rekaman besar terkait dugaan penggunaan materi berhak cipta untuk melatih model AI mereka. 
 
Meski demikian, perusahaan tersebut juga telah menjalin kesepakatan lisensi dengan Warner Music dalam upaya membangun hubungan yang lebih formal dengan industri musik.
 
Perdebatan mengenai musik AI diperkirakan belum akan berakhir dalam waktu dekat. Di satu sisi, teknologi menawarkan peluang kreatif yang belum pernah ada sebelumnya. Namun di sisi lain, musisi khawatir gelombang lagu generatif dapat mengubah cara karya musik dihargai dan didistribusikan di era digital.
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MMI)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PDIP Kritik Bobby Nasution soal Kompensasi PLN, Gerindra dan Golkar Bela Gubernur Sumut
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Ruben Onsu Cuma Ingin Satu Hal Ini, Polemik Nafkah Rp200 Juta Bisa Langsung Beres!
• 9 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Aksi Konvoi di Sejumlah Titik Kota Surabaya Warnai Perayaan Jelang HUT Persebaya
• 17 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
RUU Perkoperasian Mulai Dibahas, Bagaimana Pandangan Pemerintah?
• 6 jam lalukompas.id
thumb
BRI Jazz Gunung Series 2026 Kembali Digelar: Harmoni Musik Jazz dan Pesona Alam dalam "Jazztination"
• 20 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.