Rentannya Pesona Pesisir Desa Tanjung

kompas.id
8 jam lalu
Cover Berita

Menjelang sore di pesisir Desa Tanjung, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, air laut masih pasang. Perahu-perahu nelayan yang beraneka warna berlabuh dengan berjejer rapi dan bergerak mengalun mengikuti gelombang yang disebabkan musim angin timur, Rabu (17/6/2026).

Begitu juga di Pelabuhan Tanjung, tidak terlihat banyak aktivitas terkait naik turun penumpang. Hanya ada satu perahu penyeberangan menuju Pulau Gili Genting yang menunggu penumpang dan sepeda milik warga yang dibiarkan terparkir tidak beraturan.

Banyak nelayan setempat masih enggan untuk melaut karena angin kencang masih bertiup. Salah seorang warga, Fahmi, yang ada di dermaga mengungkapkan bahwa saat ini masuk musim angin timur yang membuat ombak cukup keras mengempas permukiman nelayan yang berada di sekitar pelabuhan.

”Nelayan saat ini lebih hati-hati karena terkait cuaca, jika benar-benar aman baru melaut,” ujar Fahmi.

Bendera merah putih yang rusak. (KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA)

Menaiki kapal penyeberangan. (KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA)

Berenang menuju perahu. (KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA)

Sore yang berangin itu tidak terlihat banyak anak-anak yang bermain di dermaga ataupun di pantai.

Tidak jauh dari pelabuhan, salah seorang warga, Fatlillah, merawat bibit tanaman mangrove yang ia tanam. Bibit-bibit mangrove tersebut kelak akan berguna untuk mencegah abrasi kelak di kawasan pesisir Desa Tanjung.

Fatlillah juga sibuk memungut sampah-sampah plastik yang menyangkut di bibit mangrove yang sudah ditanam di pantai. Hal tersebut dilakukan agar menghindari mangrove muda mati.

”Saat musim angin timur seperti saat ini banyak sampah terbawa ke daratan dan melilit batang mangrove muda,” ujar Fatlillah.

Kawasan pesisir di Desa Tanjung menjadi pesona tersendiri bagi warga luar kota. Namun, diperlukan usaha lebih untuk menjaga tetap memesona. Kondisi saat ini, pesisir rentan oleh permasalahan lingkungan, termasuk sampah yang bisa juga berasal dari daerah lain dan terdampar di pinggir pantainya yang kemudian bisa merusak suasana.

Baca JugaArsip Foto ”Kompas”: Waduk Melati Lahir dari Bedol Kampung
Baca JugaBerlari Cepat Mengejar Pagi di Suroboyo 10K

 

 

 

 

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemprov Jateng Raih Penghargaan E-Learning ASN Berintegritas dari KPK
• 22 jam lalujpnn.com
thumb
Cek Aturan Ganjil Genap Jakarta Hari Ini
• 8 jam laluliputan6.com
thumb
Efek Perang AS-Iran Terlanjur Mendalam, BI Tegaskan Ketidakpastian Global Tetap Tinggi
• 1 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Pengadilan Jadwalkan Sidang Perdana Eks Ketua Ombudsman Digelar 24 Juni
• 42 menit lalurctiplus.com
thumb
Jepang Kerahkan Polisi hingga Drone untuk Simulasi Siaga Ancaman Beruang
• 7 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.