Kualitas Udara Jakarta Hari Ini Tidak Sehat, Terburuk Keempat di Dunia

kompas.com
7 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Kualitas udara di Jakarta masih berada pada kategori tidak sehat pada Kamis (18/6/2026) pagi.

Berdasarkan data pemantauan IQAir, ibu kota menempati peringkat keempat sebagai kota besar dengan tingkat polusi udara tertinggi di dunia.

Berdasarkan pemantauan IQAir pada Kamis sekitar pukul 07.00 WIB, indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) Jakarta tercatat berada di angka 155.

Angka tersebut masuk kategori tidak sehat dan berpotensi berdampak pada kesehatan masyarakat.

Baca juga: Pakai Masker Saat Keluar Rumah, Kualitas Udara Jakarta Pagi Ini Terburuk Ketiga di Dunia

Data IQAir menunjukkan polutan utama di Jakarta adalah partikel halus PM2.5 dengan konsentrasi mencapai 61 mikrogram per meter kubik.

Angka tersebut masih jauh di atas batas aman tahunan yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Selain mencatatkan kualitas udara yang tidak sehat, Jakarta juga masuk dalam daftar lima besar kota dengan polusi udara tertinggi di dunia berdasarkan pemantauan IQAir pada pukul 07.00-08.00 WIB.

Pada periode tersebut, posisi pertama ditempati Delhi, India, dengan AQI 173. Peringkat kedua diduduki Kinshasa, Republik Demokratik Kongo, dengan AQI 157.

Sementara itu, Kampala, Uganda, berada di posisi ketiga dengan AQI 147. Jakarta menempati peringkat keempat dengan AQI 146, sedangkan posisi kelima ditempati Kolkata, India, dengan AQI 137.

Baca juga: Polusi Jakarta Pagi Ini Memburuk, Kualitas Udara Masuk Level Tidak Sehat

Tingginya tingkat polusi udara menunjukkan masih besarnya konsentrasi partikel pencemar yang tersebar di atmosfer Jakarta.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Pada kategori kualitas udara tidak sehat, kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan berisiko mengalami dampak kesehatan yang lebih besar akibat paparan polusi.

Masyarakat disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker saat beraktivitas di area terbuka, serta menjaga kualitas udara di dalam ruangan guna meminimalkan paparan polutan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Persebaya Rayakan HUT ke-99 dengan Tumpengan dan Football Clinic di Gelora 10 Nopember
• 3 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Ini Alasan Shin Tae-yong Tolak Tawaran Melatih Klub Jepang dan China
• 1 jam laluharianfajar
thumb
Pusri dan Kementan Perkuat Daya Saing Kopi Arabika Kintamani
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
MK Kabulkan Penarikan Uji Materi UU Polri, Status Kepolisian Tetap di Bawah Presiden
• 17 jam lalunarasi.tv
thumb
Begini Kesibukan Chris John yang Dirumorkan jadi Mualaf, Petinju Indonesia yang Mendunia
• 2 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.