Mengapa Kelangkaan BBM Terjadi di Sejumlah Daerah?

kompas.id
4 jam lalu
Cover Berita
Apa yang bisa Anda pelajari dari artikel berikut?

1. Mengapa kelangkaan BBM terjadi di sejumlah daerah?

2. Mengapa antrean tetap panjang meski Pertamina menyatakan stok aman?

3. Apa dampak kenaikan harga Pertamax terhadap kelangkaan Pertalite?

4. Mengapa sektor transportasi dan logistik paling terdampak?

5. Apa yang perlu dilakukan agar kelangkaan BBM tidak berulang?

Mengapa kelangkaan BBM terjadi di sejumlah daerah?

Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), khususnya yang bersubsidi, di sejumlah daerah tidak disebabkan oleh satu faktor tunggal. Di sejumlah wilayah, penyebabnya berbeda-beda, mulai dari lonjakan konsumsi, gangguan distribusi, hingga perubahan pola pembelian masyarakat.

Kenaikan harga BBM nonsubsidi, terutama Pertamax, membuat banyak pengguna beralih ke Pertalite yang lebih murah. Peralihan ini meningkatkan permintaan secara tiba-tiba dan menekan stok di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar untuk umum (SPBU).

Di Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan, Pertamina mengakui terjadi peningkatan kebutuhan Biosolar bersubsidi pada jalur logistik utama. Pada saat yang sama, distribusi harus disesuaikan sehingga pasokan ke sejumlah SPBU tidak selalu datang sesuai kebutuhan.

Akibatnya, meskipun stok di terminal BBM diklaim aman, masyarakat tetap menghadapi antrean panjang dan bahkan menemukan SPBU yang kehabisan stok. Kondisi inilah yang kemudian memunculkan persepsi kelangkaan di lapangan.

Baca JugaPertalite Langka, Angkutan Perdesaan di NTT Berhenti Beroperasi
Mengapa antrean tetap panjang meski Pertamina menyatakan stok aman?

Pernyataan bahwa stok aman umumnya merujuk pada ketersediaan BBM di terminal penyimpanan atau depo. Namun, ketersediaan stok di hulu tidak selalu berarti BBM langsung tersedia di seluruh SPBU.

Masalah utama sering terjadi pada tahap distribusi. Ketika kebutuhan meningkat tajam, kemampuan pengiriman tidak selalu mampu mengimbangi permintaan yang muncul secara bersamaan di banyak lokasi.

Di Sulawesi Selatan, misalnya, Pertamina menyebut peningkatan konsumsi Biosolar dan tingginya aktivitas distribusi menyebabkan perlunya penyesuaian pola pengiriman. Di Sumatera Utara juga terjadi percepatan distribusi karena sejumlah SPBU mengalami lonjakan kebutuhan.

Karena itu, masyarakat masih menjumpai antrean panjang atau SPBU kosong meskipun secara keseluruhan stok regional disebut mencukupi. Perbedaan antara stok tersedia dan stok yang sudah sampai ke SPBU menjadi sumber utama masalah di lapangan.

Baca JugaAntrean BBM Masih Mengular di Sulsel meski Pertamina Klaim Stok Aman
Apa dampak kenaikan harga Pertamax terhadap kelangkaan Pertalite?

Kenaikan harga Pertamax memicu perpindahan konsumen ke Pertalite. Selisih harga yang semakin lebar membuat banyak pengguna kendaraan memilih BBM bersubsidi untuk mengurangi pengeluaran.

Fenomena ini terlihat di Papua-Maluku, Balikpapan, hingga Kupang. Pengguna yang sebelumnya membeli Pertamax mulai beralih ke Pertalite karena biaya operasional menjadi lebih berat setelah kenaikan harga.

Lonjakan permintaan tersebut membuat konsumsi Pertalite meningkat signifikan. Di wilayah Papua-Maluku, misalnya, konsumsi Pertalite dilaporkan naik hingga 19 persen setelah kenaikan harga Pertamax.

Ketika peningkatan permintaan terjadi dalam waktu singkat, distribusi dan stok yang sebelumnya dirancang berdasarkan pola konsumsi lama menjadi tertekan. Dampaknya adalah antrean lebih panjang dan risiko kekosongan stok di sejumlah SPBU.

Baca JugaMahasiswa di Balikpapan Turun ke Jalan, Protes Banyak SPBU Tak Jual Pertalite
Mengapa sektor transportasi dan logistik paling terdampak?

Sektor transportasi sangat bergantung pada ketersediaan BBM setiap hari. Ketika pasokan terganggu, aktivitas angkutan penumpang maupun distribusi barang langsung terdampak.

Di Kupang, Nusa Tenggara Timur, sejumlah sopir angkutan perdesaan kesulitan beroperasi karena sulit memperoleh Pertalite. Mereka menghadapi pilihan sulit antara membeli Pertamax yang lebih mahal atau mengurangi perjalanan.

Di Sumatera Utara, sopir truk logistik harus mengantre hingga berjam-jam untuk memperoleh solar subsidi. Waktu perjalanan yang biasanya lima hari bahkan disebut membengkak menjadi sekitar sepuluh hari karena harus beberapa kali mengantre.

Dampak lanjutannya adalah meningkatnya biaya distribusi, terganggunya arus barang, dan berkurangnya pendapatan pelaku transportasi. Jika berlangsung lama, kondisi ini berpotensi memengaruhi harga barang dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Baca JugaTruk Masih Antre Solar Bersubsidi di Medan, Pertamina Percepat Distribusi Pasokan
Apa yang perlu dilakukan agar kelangkaan BBM tidak berulang?

Langkah pertama adalah memastikan distribusi lebih responsif terhadap perubahan pola konsumsi masyarakat. Ketika terjadi lonjakan permintaan, penyesuaian pasokan harus dilakukan lebih cepat.

Pemerintah dan Pertamina juga perlu meningkatkan transparansi mengenai kondisi stok, kuota, serta distribusi agar tidak muncul spekulasi bahwa pasokan sengaja dikurangi untuk mendorong masyarakat membeli BBM yang lebih mahal.

Pengawasan terhadap potensi penyimpangan BBM subsidi juga harus diperkuat. Di Balikpapan, Kalimantan Timur, misalnya, mahasiswa dan aparat sama-sama menyoroti kemungkinan adanya pengetap atau penyalahgunaan distribusi yang memperparah antrean.

Selain itu, evaluasi sebaran SPBU dan layanan BBM subsidi perlu dilakukan secara berkala. Ketersediaan BBM bukan sekadar persoalan energi, melainkan juga layanan publik yang menentukan mobilitas, aktivitas ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.

Baca JugaKonsumsi Pertalite di Papua-Maluku Naik 19 Persen di Tengah Euforia Piala Dunia

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BNN Latih Warga Aceh: Dari Tanam Ganja Jadi Petani Kopi
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Kapolda Riau Tawarkan Green Policing untuk Pemolisian Masa Depan
• 14 jam laluokezone.com
thumb
HUT Bhayangkara, Polri Salurkan 750 Paket Sembako di Terminal Kampung Rambutan
• 19 jam lalujpnn.com
thumb
Menkeu Kantongi Dukungan China untuk Panda Bond, AIIB Siapkan US$17 Miliar
• 2 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Bukan Tabu, Bukan Aib: dr. Ngabila dan Harapan untuk Pasangan yang Masih Berjuang
• 20 jam lalucumicumi.com
Berhasil disimpan.