-
-
-
-
-
Problematika infertilitas, hingga kini masih menjadi momok besar di kalangan pejuang garis dua. Tekanan yang datang tidak hanya dari diri sendiri melainkan juga dari sosial, terkadang menghadirkan perasaan bimbang yang kian besar. Mengingat, infertilitas kerap kali dianggap sebagai aib, dan pembahasan yang tabu. Hal itu lah, yang kini disorot oleh praktisi kesehatan masyarakat, dr. Ngabila Salama. Ketika menghadiri acara podcast Special Interview, di kanal Youtube Cumicumi, dr. Ngabila pun menegaskan satu hal, yakni topik ini sama sekali tidak tabu.
"Kadang-kadang kan habis nikah ya kita enggak mendalami sampai sebegitunya ya. (Padahal) itu sesuatu hal yang enggak tabu. Enggak tabu sama sekali" ucap dr. Ngabila Salama
Oleh karena itu, dr. Ngabila pun mengajak para pejuang garis dua untuk berikhtiar, dengan cara mencari pertolongan medis. Ia mengingatkan, bahwa di Indonesia saja, sudah menjamur dokter ahli kesuburan, yang menawarkan sederet opsi.
"Ahli udah banyak dokter spesialis objin, konsultan fertilitas, ahli bayi tabung dengan beragam harga sekarang sudah cukup terjangkau. Di Indonesia ini sudah banyak yang bagus. Ikhtiarlah, jos. mau inseminasi dulu atau mau langsung bayi tabung saya rasa oke" lanjutnya
Sayangnya, pertolongan dan solusi medis yang ditawarkan di Indonesia, belum ter-cover oleh BPJS kesehatan. Sehingga, para pejuang garis dua masih harus menginvestasikan dana, demi mendapatkan keturunan.
"Tetapi kan kembali lagi itu tidak dicover oleh BPJS, dan berarti itu adalah sesuatu hal yang harus diinvestasikan" sambungnya
Dalam kesempatan yang sama, dr. Ngabila Salama pun sempat memberikan sebuah pesan menyentuh kepada para pasangan pejuang garis dua. Yakni, jangan sekalipun menyalahkan Tuhan.
"Saya selalu bilang sama teman-teman ya jangan menganggap Tuhan tidak adil. Memang itu mungkin rezeki para tenaga kesehatan yang yang dititipkan oleh teman-teman. Saya yakin kehidupan teman-teman nantinya akan lebih bermakna, lebih berkualitas setelah tujuan itu tercapai" tutupnya





