Harga Minyak Turun di Bawah US$ 80 per Barel Efek Kesepakatan Damai AS-Iran

katadata.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

Harga minyak dunia terus turun setelah kesepakatan perdamaian sementara antara Amerika Serikat (AS) dan Iran berlaku. Pelaku pasar saat ini fokus pada pemulihan aktivitas di Selat Hormuz, agar pasokan minyak dari Teluk Persia bisa kembali dijual ke pasar global.

Harga minyak Brent turun 1,2% menjadi US$ 78,61 per barel pada pukul 08.50 pagi di Singapura. Sedangkan harga minyak West Texas Intermediate, melemah 1,3% menjadi US$ 75,78 per barel.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengatakan, telah menandatangani kesepakatan damai dengan Iran. Salah satunya mengatur pembukaan kembali Selat Hormuz yang merupakan jalur pelayaran penting.

Di sisi lain, Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei mengatakan sanksi AS atas Iran harus segera dicabut. “Iran harus bisa menjual minyaknya, pengiriman dan asuransi tidak boleh menghadapi hambatan apa pun. Selain itu pendapatan dari penjualan minyak juga harus dapat diterima,” ujarnya dikutip dari Bloomberg, Kamis (18/6).

Harga minyak dunia sebelumnya melonjak setelah terjadi penyerangan AS dan Israel kepada Iran pada akhir Februari 2026. Gejolak di Timur Tengah yang semakin memanas sempat membuat harga minyak menyentuh di atas US$ 120 per barel.

“Bagian yang mudah adalah mencapai kesepakatan bagian yang lebih sulit adalah menentukan seberapa besar gangguan yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir akan menjadi permanen,” kata Chief Investment Officer Karobaar Capital LP, Haris Khurshid.

Goldman Sachs Group Inc. mengatakan dalam sebuah catatan pada pekan ini bahwa mereka kini memperkirakan ekspor dari Teluk Persia akan kembali normal ke tingkat sebelum perang pada akhir bulan depan. Proyeksi ini lebih cepat dibandingkan prediksi sebelumnya yang memperkirakan normalisasi baru terjadi pada akhir Agustus.

“Pelaku pasar cenderung menganggap pembukaan kembali berarti kondisi kembali seperti semula. Padahal, beberapa perubahan yang terjadi selama masa gangguan mungkin akan bertahan lebih lama dari yang diperkirakan banyak orang,” ujar Khurshid.

Meski kesepakatan damai sudah di depan mata, sebagian besar industri minyak dan pelayaran masih mengambil sikap menunggu dan melihat (wait and see). Kendati demikian, sejumlah kapal mulai mengubah rute menuju Timur Tengah, sementara kapal tanker Iran yang mengangkut minyak mulai bergerak keluar.

Para pemilik kapal melaporkan adanya sejumlah permintaan awal untuk menyewa kapal guna mengangkut minyak dari pelabuhan-pelabuhan di kawasan Timur Tengah, meskipun belum jelas apakah sudah ada kontrak baru yang disepakati. Produsen terbesar kedua di kawasan itu sebelum perang, Irak mengatakan bahwa mereka sedang mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan ekspor.

Meskipun harga minyak telah mereda, tekanan terhadap persediaan masih sangat tinggi. Stok minyak di Cushing, pusat penyimpanan komersial terbesar di AS, telah turun hingga sekitar 20 juta barel. Level tersebut dianggap para pelaku pasar sebagai batas minimum operasional.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro 2026 Perluas Akses dan Perkuat Daya Saing UMKM
• 3 jam lalurepublika.co.id
thumb
Lowongan KBRI Abu Dhabi 2026 Dibuka, Simak Syarat dan Cara Daftarnya
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
Harga Emas Pekan Kedua Juni Berpotensi Konsolidasi Setelah Reli Tajam
• 11 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Sepakat Berdamai dengan AS, Iran Tegaskan Tetap Cari Keadilan untuk Kejahatan Perang
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Jadwal Salat dan Buka Puasa Bandung 18 Juni 2026
• 11 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.